Thursday, April 12, 2018

DUA MALAM DI MALAYSIA

Sepanjang melepas akhir pekan di Malaysia kemarin itu banyak merenung. Sambil garuk-garuk karena alergi yg ga kenal batas imigrasi, hati ini semakin mengucap syukur. Selain keluarga, kawan bagi saya juga harta yg sangat berharga. Heran saja, kok banyak orang melepas harta ini. Lihatlah, ketika lagi sakit, berduka atau kena musibah lain, siapakah yang datang memberi penghiburan? Apa ratusan ribuan orang yg ada di list follower kita?..tidak bukan?? 

Tulisan ini sekedar share beberapa kawan yang masih sering saya jumpai ketika berkunjung ke Malaysia;
.
Kawan satu ini, secara SARA jelas berbeda, tetapi dia yg selalu ada di kala saya berurai airmata. Meski sebetulnya lebih banyak dia yg berurai mata siih..karena kawan satu ini kalau dengar humor receh sudah nangis..baru prolog “gua ada cerita lucu!” - - dia langsung heboh “apaaa..apaaa...apaaa???” Sambil berurai airmata, padahal kita belum lagi cerita hadeeeh..
.
Genk nangis receh sebetulnya ga cuman dia, masih ada satu lagi yang nangis juga kalau denger kisah receh. Sudahlah dijemput pake mobil BMW, ditraktir makan, masih pulak dibeliin sepatu..namun sayang sudah lama ga ngasi dollar ke anak yatim ini hihihi..sebagai gantinya, saya hanya perlu menceritakan kisah-kisah mutu rendah namun sudah mampu membuat dia berurai airmata dan bahagia..sungguh receh kan ;p
.

Sebetulnya ada lagi satu kawan yang statusnya masih kuliah di Malaysia, tapi susah nak jumpa. Urusan ngegas dialah jagonya..saya yang terkenal galak, ga ada apa-apanya *ngeri kan? Dulu dia sering masuk ke kamar saya, tiba-tiba nangis atau marah..merepet mulut dia meluahkan marahnya, dan kita sering tidak kenal siapa Subyek cerita dia,..ketika masih loading mengira-ngira siapa orang yang membuat dia marah atau nangis, nanti dia akan keluar kamar sendiri sambil melambai kesal "aaah sudahlah.." meninggalkan kami yang masih ga faham! dan..jangan sekali-kali curhat ama dia kalau kita lagi marah, karena dia akan lebih murka daripada kita!!!
.
Ada pula kawan yang termasuk baru masuk dalam jejaring saya (dibanding yg lain). Dia adalah lelaki seagama dan sesuku dengan saya. Namun alasan kita menjadi akrab selain seSARA, kita mengejar jenis kelamin yang sama...Untung selera beda, dia lebih suka yang oriental dan saya lebih yang eksotik, jadi ga bertikai gegara rebutan laki :D

Traktiran seumur hidup
Di balik postingan bahagia  pasti adalah cerita haru duka. Niat utama ke Malaysia kemarin untuk takziah. Seorang kawan (atau lebih tepatnya lawan) debat saya di Malaysia telah berpulang. Setiap kali diskusi kami seringnya berseberangan. Namun habis debat panas saya ditraktir makan dan nonton film. Makin panas perdebatan makin panjang traktirannya..pokoknya sampai saya mabok Te O Limo Suam (lemon tea) :D Tentu ada rasa kehilangan, tapi saya memilih mengenang segala kebaikannya. Kebaikan abang satu ini pernah mengantarkan kakak saya yang pelukis menjadi pembicara di sebuah kampus seni, dan beritanya ada di koran nasional Malaysia. Sungguh bikin iri, saya yang sudah hampir lima tahun (saat itu) di Malaysia tidak pernah diberitakan, eeh..ini yang yang kurang sebulan sudah nampang di koran Malaysia. Terima kasih dan selamat jalan bang Amin ..

"Karena Kematian adalah sebuah Kepastian.."

Penutup tulisan ini sebagai pesan moral, banyaklah berkawan...rawatlah pertemanan itu, jangan saling menghujat hanya karena perdebatan..tidak perlu menyamakan perbedaan. Jika kurang setuju, cepatlah melaju..karena mereka (kawan) harta berharga! 


Salam beda.
D

*mohon maaf, tidak semua kawan baik dituliskan kisahnya karena bisa kepanjangan dan menjadi cerita FIKSI nanti :P
 

No comments:

Post a Comment

 
feed