Saturday, November 4, 2017

PIKNIK TERLEMPUNG 2017

Meski tahun 2017 masih sebulan lagi, tapi sepertinya saya yakin piknik ke Chiang Mai Thailand adalah piknik terlempung (baca: piknik paling ga mutuuu). Seperti pernah cerita sebelumnya, belum napas sepulang dari Eropa saya “dipaksa” Hamba Allah untuk menemani piknik ke Chiang Mai. Tiket dan akomodasi sudah dipesan, makan jelas ditanggung. Pokoknya berangkat cuman sangu duit 300rb di dompet untuk 5 hari piknik ke Chiang Mai dan Bangkok.

Singkat cerita sampailah kita di Bangkok, transit menunggu flight ke Chiang Mai. Sambil nunggu saya nanya Hamba Allah, kita ke Chiang Mai ini mau kemana aja? Dan jawabnya adalah “ga tau, terserah kamu aja”..laah bagaimana cerita? Akhirnya sibuklah saya browsing pake wifi bandara, ada apa aja di Chiang Mai..saya bener-bener ga prepare untuk trip ini. Keburu dipanggil boarding, kita ga sempat menentukan mau kemana aja.

Begitu mendarat, otw ke hotel saya nanya ke supir taksi tentang destinasi wisata di Chiang Mai. Baru tau kalau tempat-tempat yg dimau Hamba Allah ini ternyata jauh di luar kota semua, padahal kita hanya 2 malam disini. Sesampai di hotel, kita berdua kaget. Kok hotelnya gelap kayak ga berpenghuni, dan di depan hotel ga ada apa-apa. Saya nanya donk, apa pertimbangannya milih hotel  ini dan siapa yang milih? Jawabnya ya dia sendiri yang mesen hotel, trus katanya deket apaa gituu (ga jelas). Lenyaplah sudah bayangan piknik dengan adegan bermanja manja di pinggir kolam renang hotel L 

Setelah check in, sepertinya saat itu hampir magrib, kita memutuskan ke night market aja. Si Hamba Allah sudah siap dengan sepatu sport barunya. Dia emang bilang mau olahraga jalan kaki selama piknik makanya siap banget dengan sepatu baru segala. Liat di google map jarak hotel ke night market hanya sekitar 1.7km..aman lah jalan kaki. Namun, baru jalan sekitar 100m dengan sepatu barunya, si Hamba Allah mulai merengek “naik taksi yuuk..apa naik tuk tuk gitu”..saya yang masih gagah berkat latian jalan kaki sampai kuku biru di Eropa jelas menolak. Tapi ga tega juga liat jalan Hamba Allah mulai terhuyung-huyung (pasti kaki udah bengkak hahaha) Alhamdulillah ada Tuk Tuk yg mau berhenti, dan cukup bayar 20THB per gundul kita sudah sampai di night market. Baliknya jangan ditanya, jelas langsung nyarter Tuk Tuk laah, kita ngikik-ngikik sendiri di tengah deru Tuk Tuk yang meliuk-liuk J

Besoknya kita memutuskan ikut tour ke Chiang Rai full day, balik-balik sudah malam dan pasti tepar, manakala besoknya kita sudah ke Bangkok. Jadi praktis kita di Chiang Mai itu cuman main ke pasar malam hadeeh piknik opoo ikii..

Selanjutnya kita dua hari di Bangkok, ga faham juga kenapa harus kesini..kenapa ga lamaan di Chiang Mai yang kita berdua belum pernah. Lagi-lagi zonk pas sampai hotel di Bangkok. Pertanyaan saya masih sama “apa pertimbangan milih hotel ini? deket apa? Gimana engga, hotel kita di depannya jalan raya yang ga ada apa-apa. Begitu buka jendela kamar, pemandangan kita adalan PINTU TOL.. brasa piknik ke Grogol aja L Setelah liat di google map, ternyata hanya sekitar 1-2km aja ke kawasan Discovery Bangkok..namuuun begitu jalan sekitar 50m, kita berhadapan dengan jembatan penyebarangan yg tinggi jembatan Semanggi #zonk ..Tawaran saya, kita lanjut jalan2 (dengan naik ke JPO) atau balik hotel, dan taulah apa jawabannya J Akhirnya malam itu kita hanya di kamar, saya begadang menyelesaikan laporan sedangkan Hamba Allah hanya gulang guling di kasur sambil nyanyi “asal kau bahagia” J

Hari kedua di Bangkok kita ke Museum Lilin Madame Tussaud, dengan pertimbangan ga banyak jalan kaki haha .. itupun setelah selesai keliling dia udah ngeluh capek, padahal kita berencana akan menghabiskan malam terakhir di Hard Rock Bangkok makan keripikn (baca: nachos)..gagal sudah nongki cantik kita, langsung balik ke hotel aja weees


Tapi meski trip ini terlempung, kita tetep happy loh..lima hari ketawa ga jelas..asal kau bahagia ajalah pokoknya J







No comments:

Post a Comment

 
feed