Saturday, November 4, 2017

(Jangan) ke Long Neck Karen Village, Chiang Rai -Thailand Utara

Ketika kemarin ke Chiang Mai, penasaran pengen berkunjung ke Long Neck Village ini. Kebetulan desa ini termasuk dalam “jualan” paket wisata di Chiang Mai. Dari Chiang Mai kita naik van sekitar 3 jam ke Chiang Rai, provinsi paling utara di Thailand yang berbatasan dengan Myanmar dan Laos.

Kita harus bayar tiket masuk berdua 500THB (IDR200an ribu).  Suasana desa mirip perkampungan suku Sasak di Lombok. Jalanan desa masih tanah liat, rumah-rumah dengan atap jerami berjajar rapi sebagai tempat “display”.  Entah kenapa rasanya jadi kurang nyaman, melihat para wanita berleher panjang seperti dipajang menanti turis. Di setiap rumah, mereka menjajakan kain, atau hasil kerajinan desa sambil melayani foto dari para turis  (termasuk saya). Desanya pun cuma kecil seputaran habis, tapi kan penasaran karena belum pernah.

Konon, suku Kayan (bagian dari suku Karen) yang tinggal di desa ini asalnya dari Burma (Myanmar). Mereka terpaksa mengungsi ke wilayah Thailand karena terjadi perselisihan dengan junta militer akhir tahun 1980an. Sedihnya, mereka ditampung oleh pemerintah Thailand sebagai tapi  dibatasi geraknya, tidak boleh meninggalkan wilayah desa ini. Mereka tidak bisa kerja seperti orang Thai pada umumnya. Kerjaan mereka ya “jualan” di desa ini, bahkan banyak turis asing yang menyebut desa ini seperti “human zoo”. Katanya anak-anak mereka sekarang sudah boleh ke sekolah umum, karena generasi tua banyak yang tidak bisa bahasa Thai.

Perempuan suku Kayan di desa Long Neck Karen ini juga disebut sebagai “giraffe woman”. Menurut sejarahnya, awal mula mereka dulu pakai kalung di leher itu untuk menghindari dari serangan binatang buas karena hidupnya di hutan. Entah gimana cerita kemudian kalung di leher menjadi lambang kecantikan. Mereka harus menggunakan kalung di leher dan kakinya sejak kecil biar cantik. Makin panjang makin cantik, dan katanya mereka tidak boleh melepas kalungnya terlalu lama karena bisa patah leher…kita liatnya kok ngilu ya. Kalau mau cantik mbok ya pakai bedak ama gincu aja sii..tidak menyiksa  .. mereka betul-betul menghayati  beauty is pain L








No comments:

Post a Comment

 
feed