Sunday, January 24, 2016

FILOSOFI CANDY CRUSH

Dulu pernah kecanduan main game Zuma..sampai-sampai tiap merem kebayang mulut si kodok Zuma yang memuntahkan bola warna warni lengkap suara cring-cring Zuuumaaaa :D
Level Zuma mengiringi bab dalam tesis.. level Zuma tamat, tesis juga kelar #lebe

Lepas dari Zuma, gantian nyandu main Tumblebugs. Meski tidak segila Zuma, game ini jadi pengisi hari-hari menyelesaikan tesis S3. Setiap selesai review jurnal saya menghadiahi diri sendiri dengan main game ini. Kalo teror Zuma hadir ketika merem, teror Tumblebugs lebih nyata lagi. Setiap pergi (terutama kalo ngemall) pasti ada sosok si Bugs ini, entah berwujud bantal, payung, aksesoris dll ..sungguh mengerikan kehadirannya

Nah kalo sekarang giliran Candy Crush yang menghantui. Sengaja ga pasang di PC kantor biar tetep bisa kerja, krn pagi siang malam saya pasti maen game ini. Sampai tau cara ngakalin cari nyawa biar full life saking penasaran main :D Sekarang sudah di level 1.460, lagi nunggu update level...ntah sampai level berapa tamatnya



Saking seringnya main game ini, saya mulai menemukan filosofinya :D

Main Candy Crush memerlukan strategi khusus untuk bisa melewati tantangan yang diperlukan. Namun, sepinter-pinternya kita mengatur strategi masih tetep kalah juga entah karena bom meledak atau kehabisan move dan alat bantu. Level yang sulit ditaklukkan dengan strategi terkadang bisa kita lewati karena keberuntungan aja. Kebetulan aja candy yang bermunculan sesuai dan bisa menyelamatkan kita melewati level yeaaay...

Filosofi sederhana itu yang bisa kita pakai dalam hidup. Kalau sedang ada masalah, kita sering pusing karena tidak ketemu jalan keluar untuk menyelesaikannya..padahal tidak semua masalah harus dipikirkan karena terkadang kita hanya perlu satu kata "keberuntungan".

Maaf lah ya kalau agak sedikit maksa dan kurang akademis, namanya lagi "sakaw" nunggu level baru


Seraya-BL, 24 Januari 2016

D


No comments:

Post a Comment

 
feed