Saturday, January 31, 2015

PULAU WEH - SABANG [sebuah awal]

Libur Natal 2014 lumayan lama, terlalu sayang dilewatkan..pilihan piknik adalah Sabang, Pulau Weh.
Sudah lama ingin berkunjung, baru kesampaian setelah tabungan piknik gendutan. Piknik ke sini memang tidak murah, ini kategori jalan-jalan serius :D

Harga tiket di musim liburan jelas makin mahal..meski sudah booking lama, tiket Jakarta - Banda Aceh pp 2.6juta *elus Kartu Kredit
Harga ini wajar, mengingat perjalanan 3 jam terbang non stop..dan landing masih di bumi pertiwi, terbukti Indonesia itu Raya!

Penyeberangan

Menuju Sabang kita harus naik ferry dari pelabuhan Ulee Lheue. Dari bandara Sultan Iskandar Muda konon ada damri yg ntah kapan lewat,..atau naik Taxi (sewa Avanza) sekitar 90rb. Nasib baik, Fitri dan abang Ari bisa menjemput dosennya ini. Memang tidak pernah ada kata "mantan" untuk dosen... Tq Beby!

Dari pelabuhan ke Sabang ada dua pilihan kapal.
- Kapal lambat dengan harga tiket sesuai kelas (ekonomi: 24rb, bisnis ac: 43rb dan vip: 59rb).
- Kapal cepat harga ticket 90rb (ga ada kalo ombak gede)
Kita berangkat naik kapal lambat kelas bisnis krn kapal cepat habis. Karena hari libur, masuk kapal penuh perjuangan. Antrian mengular di bawah rintik hujan. Begitu kapal bersandar kita langsung siaga. Menurut saya, kalau naik kapal lambat mending ambil kelas ekonomi deh, kita bebas milih tempat duduk (siapa cepat dia dapat) dan pandangan ke luar lebih bebas. Di kelas bisnis, meski ruangan ber AC tetep aja kerasa sumpek karena tidak ada jendela, jadi kebayang kan rasanya terombang ambing hampir 3 jam. Ada seorang ibu yg komat kamit terus sepanjang di laut,.semakin goncang kapal, makin kencang ibu ini melafaskan "la illaha illallah".. makin kenceng deh perut ini
Ga mau deg2an lama lagi, pulangnya kita naik kapal cepat..40 menit sampai dengan selamat
:)

Sampai Sabang, disambut hujan yang seharian ga berhenti..Biar ga kuyub kita sewa mobil 500rb/hari sudah nett supir bensin. Kalo ga musim hujan bisa aja sewa motor yang banyak di pelabuhan Sabang.

Pantai-pantai

Sabang memang terkenal dengan keindahan pantainya..apalagi kalo berkunjung di musim2 ga ujan, pantainya bening ijo biru keren!!

1. Pantai Anoi itam

Ini pantai yang pertama kita kunjungi sambil nyari2 penginapan. Seperti namanya, pantai Anoi itam  artinya pasir hitam..ditambah cuaca hujan dan pasang tinggi, air pantainya butek coklat. Tapi bisa kebayang kerennya kalau musim panas.


2. Pantai Sumur Tiga

Di Pantai ini memang ada sumur yang airnya tetep tawar meski berada di pinggir pantai. Pantai Sumur 3 berpasir putih menghampar panjang. Di sepanjang pantai juga banyak penginapan yang punya akses langsung ke pantai,. yang terkenal The Freddies Santai dan Casanemo.

Karena saat itu musim liburan, hampir semua penginapan penuh. kita menginap di guest house Kenangan (300rb) yang hanya beberapa meter dr Pantai Kasih.


3. Pantai Gapang

Pas turun dari titik Nol, pantai Gapang mengintip di sela-sela pohon,..pemandangan pantai yang ijo biru kereen banget diliat dari atas. Di pinggir pantai Gapang yg berpasir banyak penginapan dan tempat sewa alat snorkling diving.  Tanpa alat pun kita bisa liat ikan seliweran di air yang bening.


4. Pantai Iboh

Ini pantai yang paling terkenal dan pusat piknik di Pulau Weh. Banyak penginapan berjajar, tapi kalau musim liburan harus booking jauh-jauh hari. Untung kita bisa dapat kamar di penginapan Jelita (250rb), kalau ga terpaksa tidur masjid deh :D

Kita harus sewa kapal ke pulau Rubiah kalau mau snorkling. Di sepanjang pantai banyak yang menyediakan jasa. Ini anggarannya:
- sewa kapal 100rb
- sewa alat snorkling 40rb
- sewa kamera anti air 150rb (memory card dari kita-pake memory HP)
- bayar guide 100rb
Kalau biaya itu ditanggung sendiri berasa banget kan? makanya enak ramean perginya bisairit.
Yang cuma pengen liat2 ikan tanpa basah, bisa sewa glass boat 350rb, bisa untuk 20 orang.

Mahal kan? Tapi emang ga rugi deh..keren isi laut pulau Weh ini. Kalau kesini jangan pas musim liburan biar lebih nyaman. Saking ramenya orang nyemplung ke laut, baru gerak dikit udah nendang pantat orang :D
Saat itu kebetulan pantai habis ditutup karena peringatan 10th Tsunami Aceh, jadi begitu dibuka semua orang nyemplung bareng

 Titik NOL

Maen ke Sabang ga foto di Titik Nol sama juga bohong donk. Pas kita mau kesana, jalan umum yg normal ga bisa dilalui karena tanah longsor akibat ujan berhari-hari. Kita terpaksa jalan memutar, tapi sungguh bencana yg membawa berkah..sepanjang jalan memutar itu di kanan hijau gunung/bukit dan di kiri biru air laut. Seger! Kita jadi tau masih banyak pantai-pantai cantik yang belum ramai terjamah pengunjung.



Kuliner

Urusan kuliner, Sabang kalah dengan Banda Aceh. Menu andalan taman kuliner Sabang adalah sate gurita, yang bikin emosi nunggunya..saking lamanya sampai lupa kalau lagi mesen makan haha kuliner lain menurut saya biasa aja.


Sebelum balik Jakarta, saya masih sempet diajak jalan2 nengok pantai Lhok Seudu dan Lhok Nga dan kembali makan ayam pramugari yang kriuk endesss
Ayam pramugari - konon karena kecil dan ramping :D


Sabang sudah, tinggal Merauke nih! Semoga masih diberi waktu dan kuat jalan kesana ya..amin


Bye Sabang..



Seraya, 1 Feb 2015

D






2 comments:

  1. pleasant trip ,in a beautiful place bu denik iswardani witarti.phd

    ReplyDelete
  2. o iyaaa bu denik kalo boleh tau ,apa judul lagu backsound nya??hihihihhii

    ReplyDelete

 
feed