Tuesday, October 22, 2013

METODE ANALISIS POLA LINGKUNGAN STRATEGIS




Situasi dan kecenderungan lingkungan strategis pada awalabad 21 sangat jauh berbeda biladibandingkan dengan periode satu dekade terakhir dalam abad 20. Situasi politik internasional saat ini selain masih diwarnai oleh permasalahan lama yang belum berhasil diatasi, dan semakin bertambah kompleks dengan hadirnya serangkaian masalah baru. Disamping itu, kecenderungan lingkungan strategis semakin sulitdiperkirakan karena ketidakteraturan dan ketidakstabilan semakin menjadi corak dominan.
Dalam menganalisis pola lingkungan strategis di suatu kawasan, dibutuhkan jawaban atas beberapa pertanyaan utama. Pertanyaan tersebut meliputi pihak-pihak mana saja yang berkepentingan di wilayah tersebut, hal-hal apa saja yang bisa dieksploitasi dan keuntungan yang didapat, kompetitor utama mereka, apa yang dilakukan, serta potensi ancaman maupun konflik-konflik potensial yang bertensi tinggi.[1]Sebagai contoh, Asia Pasifik merupakan wilayah paling dinamis dan berpotensi tidak stabil di dunia saat ini. Kawasan Asia Pasifik meliputi kombinasi berbagai kekuatan besar yang saling bersaing. Terdapat potensi-potensi strategis yang mengancam stabilitas kawasan, antara lain sengketa teritorial, konflik dengan unsur sejarah yang belum terselesaikan, ideologi politik yang bersaing, transisi ekonomi, pergeseran keseimbangan militer dan budaya yang berbeda.
Bentuk arus ketertiban strategis di kawasan Asia Pasifik belakangan ini adalah hegemonik parsial yang dibangun melalui hubungan aliansi bilateral antara Amerika Serikat dengan Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara lain di Asia Tenggara. Cina yang berada di luar aliansi ini membentuk aliansi baru dengan menjalin hubungan bilateral dengan Russia dan Korea Utara.Hubungan ketegangan yang terjalin diantara Amerika Serikat, Cina, Jepang, Rusia, Korea Utara, Korea Selatan, Taiwan, dan Negara-Negara Asia Tenggara akan menjadi tantangan dalam mengelola bahkan jika wilayah itu sudah membentuk lembaga pemerintahan dengan baik, tetapi dengan tidak adanya institusi yang kuat dan koheren membuat tantangan keamanan regional tersebut menjadi lebih besar.[2]


[1]John Peterson, “The Strategic Environment”, diakses melalui http://www.au.af.mil/au/awc/awcgate/ndu/strat-ldrdm/
pt1ch2.html
[2]G. John Ikenberry, Jitsuo Tsuciyama, (2002), “Between Balance Of Power And Community: The Future of Multilateral Security Cooperation In The Asia Pacific”, International Relations of The Asia Pacific 2(1): 69.




No comments:

Post a Comment

 
feed