Saturday, September 28, 2013

Sikap BOP

Dalam kajian strategi dan keamanan, konsep balance of power (BOP) dan turunannya sangat terkenal. Konsepsi BOP ini bisa diterapkan dalam kehidupan keseharian kita.

Dalam konteks hubungan internasional, BOP prinsipnya adalah menciptakan perimbangan kekuasaan sehingga tidak boleh ada satu negara pun yang terlalu kuat (hegemon) mendominasi negara lain.  Secara sederhana konsep ini berkaitan dengan urusan koalisi atau aliansi.

Dalam pergaulan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi tidak nyaman ketika berada di tengah-tengah dua pihak yang sedang tidak rukun. Terkadang kita ingin bersikap netral tidak ikut-ikutan dalam konflik, namun seringkali keadaan memaksa kita untuk bersikap tegas agar tidak menjadi korban akibat konflik mereka. Bingung bagaimana harus bersikap? Konsep BOP menawarkan beberapa pilihan sikap :D

1. Balancing
Secara teori, balancing ini adalah   menjadi pihak oposisi dari sumber bahaya. Negara yang terancam akan memprovokasi negara lainnya untuk beraliansi melawan negara pengancam.
Nah, jika kita ingin mengambil cara balancing ini maka kita harus merapat ke pihak yang bukan menjadi sumber ketidaknyamanan hidup kita. Untuk lebih berani melawan, kita bisa beraliansi dengan teman-teman lainnya yang sama-sama merasa terancam atau tekanan batin akibat sepak terjang si sumber ancaman.


2. Banwagoning

Kalau bandwagoning kebalikannya, karena justru memilih bergabung dengan negara agresor (sumber ancaman) dengan harapan dapat mengamankan dirinya dari serangan atau ancaman.
Artinya bandwagoning dipilih jika menurut pengamatan kita lebih baik kita berkawan dengan si trouble maker daripada musuhin dia. Kalau kita baik-baik dengan dia harapannya kita ga akan diganggu, maka tenanglah hidup kita. Saya akan memilih ini jika "gada untungnya sih musuhin dia"

3. Hedging
Dalam teori, hedging sering dipake demi meningkatkan keamanan semuanya dengan menempel pada kekuatan besar tapi tetap menjaga hubungan baik dengan kekuatan lainnya. Gampangnya, ini adalah teori kaum oportunis yang kanan kiri oke biar selamet hidupnya :). Positifnya, sikap ini kita berusaha menunjukkan kenetralan kita tidak ikut-ikutan konflik tapi tetep cenderung mepet yang bukan sumber ancaman.

Untuk memilih sikap mana yang akan diambil, kita harus tentukan dulu siapa kawan dan siapa lawan! Ini harus dilakukan dengan hati-hati loh...
INGAT: "boleh salah pilih Kawan, tapi jangan pernah salah pilih lawan!!!!

Selamat Bersikap :)



Sabtu di Fisip UBL, 28 Sept 2013

D



1 comment:

  1. ahahaha...aslik ini postingan ngakademik banget. Ati-ati, nanti cepet jadi rektor lho :D
    btw, aku usul, ini mbok dikasih pilihan select profile "name & URL" aja kalau mau komentar di sini. Ben simpel

    ReplyDelete

 
feed