Friday, November 30, 2012

GAGAL ke MACAU

Kalau mengingat trip ke HK dulu itu dan disuruh cerita lagi saya suka masih deg-degan.

Seperti dalam cerita disini, kita bertiga akhirnya tiba di Guangzhou tanpa masalah visa. Setelah puas jalan-jalan nyasar menikmati Guangzhou kita menuju Macau melalui Zhuhai. Dan pintu Zhuhai ini satu-satunya hal yang luput dari survei informasi saya dalam persiapan trip HK.  Dari Guangzhou – Zhuhai (Gongbei Port) kita naik bis sekitar 2.5 jam.

Masalah muncul ketika tiba di pintu imigrasi Zhuhai. Petugas imigrasi menolak kita masuk ke Macau  lewat port ini (padahal tinggal keluar pintu sudah sampai Macau hiks). Bahkan kita sebetulnya termasuk pendatang haram karena visa kita hanya berlaku utk ZET Shenzhen. Nasib baik kita ga ditahan pihak imigrasi sana :( Satu-satunya jalan kita harus balik lagi ke Shenzhen, naik bis sekitar 3 jam lagi :(( sedangkan bis berangkat jam 16.30.

Jelas sampai Shenzhen sudah malam, demi masuk Macau (hotel disana sudah dibayar hiks) kita langsung menuju port ?? . Saat itu sudah jam 9 malam, dan ferry ke Macau maupun ke HK sudah tidak ada. Di kegelapan malam, kita ditawari taksi ke Macau. Entah karena ga mau rugi hotel di Macau, atau karena pikiran kurang waras karena sudah kena masalah seharian, kita tawar2an harga dan mau naik taksi ke Macau.

Setelah beberapa lama perjalanan, tiba-tiba taksi berhenti di pinggir jalan. Sopirnya keluar mobil dan telpon2an dalam bahasa mandarain yang kita sedikitpun ga tau artinya. Mulai deh perasaan ga enak, dua kakak beradik yang duduk di kursi belakang mulai khusyu memanjatkan doa (makin nambah stress gua aja). Saya yang terpengaruh oleh bidang yang saya geluti yaitu isu2 kejahatan transnasional, saya mulai berhalusinasi mereka adalah para trafficker. Sungguh ironis kalau kita menjadi korban perdagangan wanita, sedangkan tujuan utama kita ke HK adalah ikut konferen dengan paper mengenai hal itu (saat itu kita ga merasa lucu looh)
Beberapa menit dalam situasi menegangkan, saya turun dari mobil. Kebetulan mobil parkir di dekat halte bis yang sepertinya di area kampus. Asumsi saya yang lagi di halte itu pasti mahasiswa, tapi pas saya tanya dalam bahasa Inggris dia cuma geleng2 aja....Chinaa oooh Chinaaa..
Saat itu yang hanya menjadi pegangan adalah feeling saya kalau sopirnya orang baik. Keyakinan itu saya perkuat dengan doa *kalo kepepet bisa religius juga ya hihi
Akhirnya sopir masuk ke mobil dan bilang kalau tidak ada mobil Macau (taksi kita mobil Shenzhen jadi ga bisa nyebrang ke Macau). Saat itu pikiran saya sudah kembali jernih, jadi saya putuskan untuk kembali ke kota Shenzhen. Penumpang di belakang hanya pasrah dan berdoa aja :D

Tiba di stasiun LuoHu sudah jam 11malam lebih. Ada 2 skenario saya, 1. mengejar kereta ke HK (karena HK tetep hidup meski tengah malam); dan 2. menginap di hotel Home Inn LuoHu lagi, jadi pagi buta bisa ke HK mengejar pesawat pulang.

Dengan terseok-seok, si Dina menyeret koper induknya melewati jembatan penyeberangan dan berlarian sepanjang stasiun yang lumayan luasnya. Berbekal informasi kalau kereta terakhir ke HK jam 12malam maka dengan kecepatan rembulan kita berlarian menuju gate HK. Begitu berhasil duduk di MTR, masalah baru muncul, mau tinggal dimana kita di HK?

Flight saya ke JKT jam 11an, sedangkan Dina-Nisa ke KL jam 12an, maka keputusan strategis dibuat: kita menginap di Bandara! ....selain gratis tentunya lebih aman :D 

Berbekal peta HK di tangan, dan memanfaatkan wifi gratis di kereta, kita akan berhenti di stasiun terdekat yang ada line ke airport. Saat itu sekitar jam 00 30 dan di depan kita train terakhir ke airport sudah di depan mata dengan pintu terbuka. Berlarian kita menuju kereta, tapi cilakanya octopus card kita tidak mau membuka pintu penghalang.  Panik,,panik..panik...di gate itu hanya kita bertiga, ga ada petugas...
Saya yang hanya membawa tas kecil dengan lincahnya meloncati pintu besi,..yang ada di kepala, pokoknya harus bisa masuk ke kereta!
Nisa yang tingginya ukuran peragawati juga lincah saja meloncati pintu,...lalu bagaimana Dina dengan koper induknya itu?
Begitu berhasil meloncat dan meletakkan tas, saya segera balik badan berniat membantu menyelamatkan Dina...dan adegan di depan mata saat itu sungguh menakjubkan kalau dibuat slow motion...
 Dina dengan kekuatan induk habis melahirkan, dia mengangkat sendiri kopernya ke atas sambil kakinya meloncati pintu halang yang terbuat dari besi..sungguh contoh nyata dari "power of kepepet"
Dalam keadaan kepepet atau terdesak, orang bisa mempunyai kekuatan yang entah dari mana datangnya. 

Ketika sudah duduk di kereta dan hilang debaran jantung, kita semua tertawa ngakakkk..terbayang adegan loncatan spekatuler tadi hahaha

Sesampainya di airport ternyata tidak ada pintu lagi, jadi kita bisa langsung melenggang masuk. Sejauh mungkin kita menghindari gate ini, takut kelakuan kriminal kita tadi terekam di cctv HK *aib

Malam itu kita menjadi gembel udara..

Masih trauma kalau harus ke HK lagi,.tapi kalau ada yang mau bayarin ya siap aja sii...hehehe

Seraya BL, 1 Des 2012

D








5 comments:

  1. Mbak.mau nanya apa krn pake visa on arrival shentzen makanya tdk bs masuk macao dr zhuhai?

    ReplyDelete
  2. Kalo pake visa china yg mohon dr indonesia bs gak masuk macao dr zhuhai

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf lama ga buka blog..setau saya kalau urus visa china dr Jakarta kita bebas masuk dr mana aja ..semoga bermandaat

      Delete
  3. Kalo pake visa china yg mohon dr indonesia bs gak masuk macao dr zhuhai

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

 
feed