Friday, September 14, 2012

MABUK HALAL DI LOMBOK (baca dulu ceritanya!)


Sudah lama ingin ke Lombok, akhirnya kesampaian juga setelah menerima undangan untuk hadir di Konferensi Nasional Pusat Studi Linkungan Indonesia,.yeaaay
Sayangnya, venuenya adalah di tengah kota Mataram. Konferensi pun berlangsung sampai malam, jadi selama dua hari di Lombok saya tidak berjumpa dengan butiran pasir pantai,.Lombok jadi ga pedes..


Di hari ketiga, akhirnya saya dengan ditemani mantan mahasiswa UBL (mudahnya disebut demikian) dengan semangat piknik kita menuju Gili Trawangan (Gili terbesar dibandingkan Gili Air dan Gili Meno di lombok).
Berangkat dari Mataram sudah hampir jam 2 dan sampai di Pelabuhan Bangsal Pemenang, tempat penyeberangan jam 3 kurang. Ada dua pilihan menuju Gili Trawangan, naik public boat (tiket 10rb per kepala) atau sewa private boat (lk 500rb pp).

Setelah menunggu hampir 15 menit kami pun menaiki boat. Mesin motor boat agak susah nyala dan terbatuk-batuk membuat saya agak deg-degan. Ditambah lagi  kombinasi antara laut yang mulai pasang dan angina yang sedang kencang. Mas di sebelah saya seorang instruktur outbond yang kerjaannya wara wiri naek boat tanpa saya tanya menjelaskan dengan sabar apa yg sdg dihadapi.
“kalau di antara gili memang begini, karena anginnya terjebak, nanti kalau sdh lewat airnya agak tenang”
Ketika saya sdh sangat pucat dan keringat dingin dia berkata “tinggal satu gili lagi kok” Alih-alih menenangkan, kata 1 gili lagi menambah beban pikiran saya yang ingin segera sampai.
Beberapa kali ombak ada di samping saya dan seperti hampir menelan boat yang lagi batuk ini. Beberapa penumpang yang egois mengambil pelampung. Saya hanya melihat beberapa jaket pelampung tidak sebanding dengan sesak penumpang. Untung saya baru baca buku “si cacing..” jadi saya kalem aja,. Saya tidak takut dengan gelombang dan angin laut, tapi perut saya bergejolak sekali. Jangankan di laut yang bergelombang, di darat mulus aja saya bisa jackpot :D
Perjalanan yang seharusnya hanya sekitar  30an menit itu menjadi lebih lama, sehingga ketika turun saya betul-betul sudah pucat!
Meski dg terhuyung memucat, saya menjadi antusias melihat jejeran perahu di atas air hijau-biru dan pasir putih. Nampak beberapa mbak2 bule snorkeling di dekat perahu, sedang di pinggir pantai banyak yang sunbathing.
Hey para alay: “Jadi gua harus bilang WOW” nih!
Gili Trawangan

meski memucat tetep gembireee...

kalo rental sepeda siap2 mengayuh di pasir ya

"jadi gua harus bilang WOW"


Karena boat terakhir jam 5pm dan kaki masi lemas kita bertiga naek cidomo (delman kuda) keliling Gili Trawangan. Kata mas kusir, tarif resmi keliling 125rb..kalo yg naek bule bisa lebih mahal lagi. Belum hilang mabok laut saya, ternyata naek cidomo juga penuh gejolak. Si kuda kecil berlari kecil di atas pasir, manakala kita terlempar-lempar di atasnya doooh mabok lagiiii aaah,,…mabok lagiii..

Keliling dengan cidomo kurang dari sejam saja seluruh Gili Trawangan sudah habis. Goncangan sepanjang jalan terbayar dengan keindahan pantai dan pemandangan yang mengelilinginya. Saya cukup puas meski hanya keliling saja karena memang harus segera mengejar boat terakhir. Ternyata kita harus naek boat tambahan jadi bayar 15rb per orang.

boarding..siap2 memucat lagi

Dalam perjalanan balik, lagi-lagi boat kita diguncang angin dan ombak yang sering menampar pipi saya (dibayar di dunia nih). Rasanya ombak dan angin pulang lebih ganas, bahkan mbak2 di depan saya komat kamit baca doa ga putus2. Tapi mas di depan saya tetep asik ngunyah satenya, bahkan pake mengeluarkan tangan menyentuh ombak hanya untuk cuci tangan sesudah makan ckckckck  Saya memilih merem aja, perut mual setiap melihat si mas mengunyah makanannya.  Hal yang menenangkan saya adalah melihat ekspresi “sopir” boat yang nampak tenang dan mantab mengemudi, didukung oleh mesin boat yang besar dan laju. Saking mantab dan lajunya, dia tidak peduli ketika semua penumpang menjerit karena boat kita seperti mau ditelan ombak ketika ngepot (ga tau bahasa Indonesianya haha) Dan memang terbukti kita sampai lebih cepat pheeeww…

Sungguh short trip yang sangat memabukkan,..tidak perlu minum alkohol atau ngelem kalau cuma pengen mabok,..dan yang ini MABUK HALAL loooh..

Senggigi, 14 September 2012
D

No comments:

Post a Comment

 
feed