Thursday, June 28, 2012

SI PRINSES

Mahasiswi saya yang satu ini memang istimewa. Istilah "istimewa" adalah merujuk kepada hal yang tidak sama dengan yang lain bukan? Nah dilihat dari status2nya di FB, BB, Twitter..dari fashionnya,..dari cara dia ngomong...maka dia istimewa karena dia memang berbeda.

Banyak nickname yang diberikan kepadanya, tapi saya lebih mengenal julukan "Prinses" untuknya. Sebagai dosen, saya menilai dia termasuk anak yang sopan, santun, dan ramah..bahkan TERLALU ramah kepada saya. Banyaknya cerita seru membuat saya sering mengingatkan temen2nya kalo becandaan mereka ke Prinses termasuk kategori bullying dan sungguh tidak mulia.

Tetapi semakin lama saya mengenal dan berinteraksi dengan Prinses, saya mulai ragu..benarkah itu bullying? apakah kalau si korban menikmati semua itu, tetap masuk kategori bullying? Sepertinya si Prinses ini sangat menikmati menjadi center of attention yang bagi saya dinamakan bullying. Bahkan dia semakin menggila ketika sedang di"bully" mahasiswa lain...jadi sebetulnya, siapakah yang layak disebut sebagai korban ya?

Coba simak ini:

Dalam perbincangan bertema salon, dia cerita kalau setiap bulan jatah perawatannya adalah 1.5juta. Saya si yakin aja, tapi temen2nya yang rumpii dan sirik itu pada ga percaya. Setelah menjadi "center"sore itu, besoknya kakak Rumpii mengirim pesan pendek untuk si Prinses ngajak ke salon bareng (dengan mencatut nama saya). Dan si Rumpii menerima jawaban yang kurang lebih begini :
"aku senin ke kemendag, selasa sudirman, rabu-kamis ke bandung, trus ke medan balik minggu"

Tuuuh kan..sibukan dia daripada dosennya.
 
Di suatu sore karena keisengan temen2nya, dia ikut bergabung bersama tim rumpii saya. Kita iseng bertanya mengenai poni barunya ala Jupe.

Rumpii : "itu poni potong dimana?"
Prinses : "potong sendiri kak..pakai mangkok..mumpung lagi ada mangkok nganggur di rumah" (maksudnya buat cetakan)
Rumpii : "hah? emang selama ini mangkoknya kemana?"
Prinses : "isi makanan kak"
Rumpii : *berurai air mata

Saya pun dasar rumpiii..iseng juga bertanya..

Rumpii : "kamu rumahnya dimana?"
Prinses : "di *****" (alamat disamarkan biar wartawan ga ke TKP)
Rumpii : "ooo jauh ya"
Prinses : "tapi rumah aku kecil buu..kayak kandang"
Rumpii : "aahh masak, katanya mamamu direktur"
Prinses : "bener buuu..rumahku kecil kayak kandang...kuda"
Rumpii : "apaaa?" *emosi
(apa kabar apartemen saya dibandingin kandang kuda boss saya di kampus belakang yg luas)

Keistimewaan lain si Prinses adalah dia berhati mulia looh..terbukti ketika saya ulang tahun dia membawa kue, oooh terharuuuu


*ppsstttt ketika saya lg ngetik tulisan ini, si Prinses datang ke meja saya dan menyapa "halo ibu cantiiikk" hihi

Kampus BL, 29 Juni 2012 (masih jam kerja)


D


2 comments:

  1. awalnya mikir orang seperti Princes ini termasuk kaum minor, tapi bener juga, kelamaan mikir--jangan2 dia senang (mungkin bahagia) menjadi seperti itu. aku kangen liat anak2 ngobrol sama si princes, by the way :))

    ReplyDelete
  2. Standar kebahagian orang memang lain2 *nada bijak

    ReplyDelete

 
feed