Thursday, June 7, 2012

CHINA KOK DILAWAN!!!



Untuk kedua kalinya saya berkesempatan mengunjungi negerinya si Pao, Kungfu Panda. Kunjungan pertama bener2 "ekspresi mendadak" tanpa persiapan sama sekali, walhasil kami yang tiba2 jadi buta huruf tersesat jalan kemana-mana sampai kaki bengkak. Tidak mau mengulangi kebodohan, kali ini saya menyiapkan detail itinerary mulai dr hotel, transport dan tempat2 yg mau dikunjungi disamping konferensi sebagai agenda utama. Herannya, hasilnya adalah sama : BUTA HURUF, SESAT dan KAKI BENGKAK! Perlu beberapa kali post untuk cerita lengkapnya nih..

Kota pertama adalah Hongkong (HK). Secara umum HK kurang menantang karena kotanya sangat maju dan masyarakatnya tau bahasa Inggris. Peta kota dan transportasi (MTR) tersedia di banyak tempat dan menggunakan tulisan latin/bahasa Inggris. Informasi tempat-tempatnya pun lengkap, sehingga saya tinggal melihat peta dan mencocokkan dengan itinerary yang sudah disiapkan. Perjalanan juga sangat dimudahkan dengan Octopus Card seharga HK$150 yang bisa digunakan untuk semua moda transportasi, bahkan untuk transaksi, pokoknya sakti deh!..Meskipun hampir semua tempat bisa dijangkau dengan MTR, tetap saja kaki ini dipaksa ngukur jalan sehingga gosokan minyak tawon di kaki menjadi ritual menjelang tidur.

Kota berikutnya adalah Shenzhen (SZX). Karena tidak punya visa China, saya harus membayar Visa on Arrival (VoA) sebesar RMB168 untuk masa tinggal 5 hari. SZX cocok untuk mereka doyan belanja dan jago nawar! Selain blanja, SZX juga memiliki beberapa tempat menarik yang mudah dikunjungi dengan subway mereka, asal kita tidak BUTA HURUF! Beda dengan HK, SZX membuat gelar doktor yang saya miliki tidak berguna sama sekali. Akibat tidak bisa membaca informasi maka insting dan kekuatan kaki menjadi andalan ketika sesat. Dan lagi ritual gosokan minyak tawon dilakukan sebelum tidur.

Cukup semalam saja di SZX, petualangan dilanjut ke Guangzhou. Mengingat VoA kita hanya berlaku di SZX saja, agak deg2an juga menuju ke Guangzhou sehingga plan B nya adalah kembali ke SZX apabila ditolak masuk. Ternyata Guangzhou ramah menyambut kedatangan saya dan Dina-Nisa duo kakak adik yang setia melekat dengan saya. Hampir sama denga SZX, Guangzhou juga surga belanja bagi mereka yang memiliki dan membawa RMB/Yuan dalam bentuk cash money. Meski masih buta huruf, tapi duo Dina-Nisa tidak mengalami kesulitan dalam proses tawar menawar tuh, mungkin ini makna "money talk" yang sesungguhnya ya haha...  

Kombinasi kaki yang pegal dan dompet tipis sungguh bukan suatu harmoni. Ditambah lagi kita bertiga ditolak di imigrasi Gongbei Port sehinga gagal ke Macao dan menjadi gembel udara di bandara HK. Dua kali mengukur jalan di China semakin saya menyakini China memang sulit ditaklukkan (dengan kaki). China kok dilawan!  

Seraya BL, 7 Juni 2012

D

No comments:

Post a Comment

 
feed