Saturday, June 16, 2012

BELI KOPER INDUK DI SHENZHEN


Selesai urusan konferensi yang dilaksanakan di hotel 8 degrees kami bertiga menumpang free shuttle bus hotel ke MTR Hung Hom (line biru muda) menuju Lowu. Waktu tempuh lebih kurang 60menit, dan harga tiket HK$55. Sampai di stasiun Lowu orang berbondong-bondong menuju imigrasi yang terbagi menjadi 3 line yaitu yellow line untuk warga mainland China, green line untuk warga HK, dan pink line untuk non other mainland visitor. Setelah diijinkan masuk, kita menuju lantai 2 untuk bayar VoA (visa on arrival) RMB168 dikasi 5 hari aja.
Sebagi pemegang paspor hijau kita bisa memperoleh voa untuk memasuki ZET Shenzhen. Berdasarkan pengalaman trip ini, saya menyarankan untuk apply visa di Indonesia biar aman mau keluar masuk dari port mana saja (cerita lengkap coming soon).

Bebas urusan dengan imigrasi kita keluar di pintu Luohu Station (stasiun MTR Lowu terhubung langsung dengan Metro di Luohu Station. Menurut  hasil googling, jarak hotel tempat kami menginap adalah 10-15menit walking distance dari stasiun Luohu. Sekali lagi, saya kembali tidak percaya dengan kata “dekat” di China. Dengan kaki yang sudah mengeras seperti singkong selama jalan2 di Hongkong,  saya tidak setuju dengan kata “dekat” ini. Terseok2 menyeret koper kita mengarah ke kiri menuju jalan Yantzhe Road mencari Home inn Luohu.

Saya suka dengan hotel ini karena bersih dan murah (yang terakhir sepertinya alasan utama). Kamarnya memiliki fasilitas standar bintang 3, ada hot shower, toiletries, hairdryer dan TV flat yang sekilas mirip Aquos ternyata setelah pakai kacamata bermerk Across (soooo China). Sayangnya, bed di hotel ini keras seperti umumnya hotel di China (keras mana dengan jaman dinasti Ming yang tidur berbantal batu giok???).
Home Inn Luohu, Room 0900, Beautiful number for Beautiful Guests


Yang paling membahagiakan kami adalah ada restoran halal yang buka 24 jam tepat di seberang jalan hotel (sepertinya pemiliknya muslim dari Tibet). Kita tinggal tunjuk gambar di menu dan berharap yang keluar sesuai pesanan (kalau ga bisa bahasa mandarin ga usah bawel nanya deeh). Harganya terjangkau sekali, sekitar RMB10-15 dg porsi besar, dan rasa yang uenaakkk tenannn. Menemukan masakan enak dan halal di China sungguh surgawi!!!

Bahkan makanan surgawi pun perlu perjuangan ya..
Setelah makan, langkah kaki menjadi ringan sekali, sehingga kata “dekat” dari Luohu ke hotel yang tadi saya permasalahkan menjadi bukan masalah lagi. Sisa sore itu akan kita habiskan di Splendid of China. Dari Metro Luohu (green line) turun di OCT stasiun. Ini seperti taman mini kita hanya disitu isinya miniatur tempat-tempat terkenal di seluruh antero China seperti Great Wall, Tianament Square, Summer Palace dan masih banyak lagi. Selain menyiapkan uang cash RMB130 untuk tiket masuk, siapkan juga kaki yang kuat untuk mengitari tempat ini setidaknya 2 jam. Untungnya, di sepanjang jalan banyak bangku-bangku tersedia untuk meluruskan kaki sebelum patah. Kagumnya saya melihat pengunjung lokal yang menggunakan high heels wooow..ketika dulu “mendaki” tembok raksasa saya juga ketemu mbak2 China pake sepatu jinjit itu, lebih edan kan?..bener2 China kok dilawan yaa!
TMCI: "Taman Mini China Indah"

Saya sebetulnya sudah cukup puas dengan nikmat makanan halal tadi, tapi Dina dan Nisa masih ingin mencari surga-surga dunia lain yaitu shopping centre! Stasiun Luohu sendiri terletak di Lo Wu shopping plaza. Kawasan belanja lain di Shenzhen adalah Dongmen-Luohu, dari Metro Luohu turun di Metro  Dongmen atau Laojie. Jadi kalau niat utama kunjungan adalah belanja, maka menginaplah di kawasan ini. Bagi saya kawasan dan barang yang ditawarkan ga jauh beda dengan di Mangga Dua. Tapi buat yang ahli dan tega nawar, bisa dapatharga murah banget. Dina yang memang berniat membeli koper induk (atau induknya koper ya?) dengan kemampuannya bisa menekan harga sampai batas bawah, dan membuat cicik penjualnya mengibarkan bendera putih. Bahasa bukan kendala disini,.tinggal tunjuk dan pencet angka di kalkulator transaksi pun terjadi dengan cepat.
Asal usul koper induk dari Luohu-Dongmen: Kami datang - Kami Belanja - Kami Senang!

Merujuk kepada isi dompet, kita bertiga memutuskan hubungan dengan dunia belanja. Dalam itinerary yang saya buat, seharusnya kita akan mengunjungi Window of the World. Tempat ini seperti Madurodam yg ada di belanda, isinya miniatur bangunan atau tempat2 terkenal dari berbagai negara seperti menara Eifel dan Pisa, piramid Giza bahkan Borobudur. Rencana untuk mengunjungi dan Window of the World terpaksa kita batalkan mempertimbangkan persediaan bee oil alias minyak tawon menipis (tentu dompetnya juga). Sisa minyak disimpan karena ada agenda yang belanja berikutnya yaitu di Guangzhou.

Eh iya sekedar saran, kalau tidak mengerti tulisan dan bahasa China, bawalah peta Metro Shenzhen seperti yang saya unduh dari sini;
Print ini sebelum Buta Huruf
Shenzhen tidak seperti HK yang menyediakan peta gratis dimana saja (dlm bhs Inggris tentu saja). Penduduk Shenzhen lebih ramah jika dibandingkan di HK, tapi keramahan mereka malah makin merepotkan kalau kita tidak mengerti apa yang mereka ucap atau tuliskan. Kejadian ketika mau pergi ke Splendid of China, tidak satupun orang yang faham. Nasib baik saya membawa brosur kota Shenzhen dari HK, dan setelah saya tunjuk gambar tempat yang saya mau tuju barulah mereka faham kita akan kemana. Tetep aja kita mesti menebak petunjuk yang mereka berikan,..duh duh duh susah hidup ini kalau Buta Huruf!

Cerita akan dilanjutkan di Guanzhou..c u

Changi--Seraya BL, 16 Juni 2012

D







No comments:

Post a Comment

 
feed