Saturday, January 2, 2010

Budapest Kota Seribu Patung


 
Perjalanan ke Budapest berawal ketika aplikasi saya diterima di CEU (Central European University). Oktober 2003 saya akhirnya berangkat workshop ke Budapest, Hongaria. Alhamdulillah banget, bisa pergi ke luar negeri untuk pertama kali dan GRATIS, tiket dan akomodasi ditanggung CEU (nikmat mana lagi yang kau dustakan!). Urusan visa berjalan lancar karena semua dokumen lengkap semuanya. Kebayang kalau urusan visa memakan waktu lama bisa pingsan deh,..lha wong saat itu AC di kedutaan Hongaria dimatiin dengan alasan penghematan listrik. Saya bahkan sempet mikir “segini miskinnya kah negara yang akan aku kunjungi?” tapi semua itu tidak menurunkan semangat untuk pergi kesana.

Singkat cerita, berangkatlah saya ke bandara Soekarno-Hatta,Cengkareng. Saya naek KLM Royal Dutch Airlines dengan rute JKT-AMS-BUD. Perjalanan yang lumayan panjang dan lama, Jakarta-Amsterdam aja sekitar 10 jam, lanjut Amsterdam-Budapest sekitar 2 jam. Ketika di pesawat dari Belanda ke Hungary akhirnya saya menemukan Tian, peserta lain dari Indonesia. Sebetulnya kita sudah janjian sejak dari Jakarta tapi karena satu dan lain hal kita ketemunya pas di KLM, AMS-BUD.

Setelah mendarat di Budapest Ferihegy Airport (BUD), kita naek taksi ke dormitory CEU di daerah Kerepesi. Perjalanan dari airport ke dormitory yang letaknya termasuk suburb, kita melewati daerah-daerah pedesaan. Di jalan sempet ketemu orang lagi naek sepeda penny-farthing, itu loh sepeda jaman Eropa dulu yang ban depannya gede tinggi dan di belakangnya kecil banget, jadi serasa kembali ke masa lalu deh.
 
Hari pertama tiba di Budapest kita gunakan untuk “orientasi lapangan”, maka pergilah kita ke downtown. Begitu sampai ke centrum, saya betul-betul takjub melihat begitu cantiknya kota Budapest ini. Budapest sungguh kota yang sangat indah, bahkan konon julukannya adalah "Parisnya Eropa Timur". Banyak bangunan tua peninggalan masa lalu yang masih keliatan cantik meski terkesan dingin. Melihat bangunan-bangunan tua itu, saya jadi inget cerita-cerita vampir. Hongaria memang salah satu negara yang terkenal dalam sejarah “kevampiran”. Saya jadi membayangkan mereka dulu hidup di salah satu bangunan di sepanjang jalan yang saya lalui, ngeri campur seneng rasanya. 

Budapest dibelah oleh sungai Duna (Danube) yang membagi wilayahnya menjadi Buda di sebelah kanan dan Pest di sebelah kiri. Tempat-tempat menarik yang biasa dikunjungi di wilayah Buda adalah Buda Castle dan Citadela. Sedangkan Pest merupakan pusat pemerintahan, dan banyak juga tempat-tempat menarik yang wajib dikunjungi seperti St. Stephen's Basilica, Hungarian Parliament, Hero’s Square dan Andrássy Avenue. Kedua wilayah itu dihubungkan oleh jembatan Széchenyi lánchíd atau Széchenyi Chain Bridge yang indah. Menyusuri jalan di sepanjang sungai sungguh menyenangkan, rasanya damai, suasana tenang menghanyutkan. Di pinggiran sungai banyak café dan kursi-kursi untuk bersantai menikmati sungai. Saya senang sekali melihat pemandangan romantis, sepasang lansia duduk berjemur berdua di sore yang cerah (mungkin mereka menjadi tua karena kelamaan berjemur kali ya? hahahhaha). 
CEU Dormitory

St. Stephen's Basilica
Central European University (CEU)
Salah satu sudut kota Budapest
Sungai Danube yang membelah Buda dan Pest
 
Hungarian Parliament

National Theater
Kita memutuskan untuk ikut sightseeing tour naik bis biar lebih puas keliling. Sambil menunggu bis, saya manfaatkan dengan berfoto di sekitar centrum terutama dengan latar belakang patung besar salah satu tokoh komunis mereka di tengah-tengah centrum. Disinilah kisah pembuktian kota seribu patung itu bermula…
Seperti kebanyakan negara-negara bekas komunis lainnya, di Budapest banyak sekali didirikan patung-patung terutama yang melambangkan kebesaran tokoh-tokoh komunis mereka. Sepanjang perjalanan sightseeing tour itu, kita menemukan patung dimana-mana dari yang berukuran kecil maupun besar, di kiri kanan atas bawah semua ada patung. Gilanya bahkan ada patung yang nempel di bangunan tinggi gitu, mbayangin pas bikinnya aja leher saya udah pegel hahahhaha..

Patung pertama di Centrum..masih penuh kebanggaan fotonya
 Herannya cerita perburuan patung di Budapest tetap dilanjutkan. Setelah seharian naik bis keliling Budapest kita memutuskan akan balik lagi ke beberapa tempat yang menarik seperti ke Hero’s Square dan Citadela.  

Hero’s Square yang terletak di city park dan di ujung Andrássy Avenue merupakan landmark kota Budapest. Ia termasuk salah satu the world heritage site yang ditetapkan oleh UNESCO. Di sebelah kirinya terdapat bangunan Museum of Fine Arts dan di kanannya adalah Palace of Art. Tepat di tengahnya terdapat Millennium Memorial atau Millennium Monument yang dibangun tahun 1896 tepat 1000 tahun (Milenium) peringatan kedatangan bangsa Hongaria mendarat di Carpathian Basin di Eropa Tengah ini. Monumen ini terdiri dari dua pilar dan satu tugu. Masing-masing pilar diletakkan patung-patung raja dan pahlawan Hongaria. Di setiap puncak pilar ada patung yang merupakan simbol War and Peace, Work and Wellfare, Knowledge and Glory.  Sedangkan di puncak monumen terdapat patung simbol agama Roman Catholic.  
Perjuangan untuk kembali melihat patung-patung ini sungguh seru. Dari dormitory kita terpaksa jalan kaki menuju stasiun Metro, karena bis pada ga mau berhenti di halte kita. Mereka tertib banget, kalau bukan jalurnya ga mau berhenti. Enakan di Jakarta ya, bis dan angkot bisa berhenti dimana aja, bahkan kalau perlu mundur mendekati kita wkwkkwkk…Kita turun di centrum dan berusaha mencari Yellow Line (M1) yang berdasar buku petunjuk menuju  Hero’s Square. Sempat salah jalur dan ketemu dengan sepasang lansia yang berusah membantu kita tapi ga bisa ngomong Inggris, mereka ngomong pake bahasa Belanda trus Rusia tetep aja kita ga ngerti, malah ruwet ngobrolnya heheheh 
Setelah berhasil menemukan Yellow Line (M1), sekali lagi kita salah turun stasiun. Sepanjang jalan kita nanya ke beberapa orang dan jawaban mereka sering beda, beginilah “banyak bertanya sesat di jalan”!. Akhirnya kita mengandalkan feeling saya (partner saya mengakui kehandalan saya dalam membaca jalan, berkat sering ngluyur di Blok M!), dan terus berjalan sehingga ketemulah itu patung-patung pahlawan. Ternyata, mereka lebih mengenal Hero’s Square ini dengan nama Hősök tere (Hungarian), pantes lah jawaban mereka beda semua…capek deeh!

Hosok Tere..Hero's Square..apalah arti sebuah nama?

Patung ga penting, sungguh!
 Saat itu bulan September, Fall season dan jelas sudah mulai dingin. Hari itu saya saltum hanya memakai jaket biasa dengan pedenya, karena ketika berangkat matahari bersinar dengan terang dan panas. Kita berhasil menemukan Hero’s Square sudah menjelang magrib dan udara mulai dingin. Selama kita jalan, kalau saya mulai kedinginan kita masuk ke toko-toko souvenir pura-pura mau beli padahal nebeng heater mereka hahahha…Sepanjang jalan pulang (lagi-lagi ga tau bis mana yang berhenti di halte dormitory), saya semakin menggigil kedinginan dan ketika sampai langsung mimisan…semua ini demi patung!!.

Berikutnya adalah perjuangan kembali mengunjungi Citadella. Dalam bahasa Hongaria Citadella berarti benteng, terletak di Gellért Hill yang berada di puncak bukit di bagian wilayah Buda. Dari puncak bukit ini pemandangannya indah sekali, kita bisa melihat sungai Danube di bawah dengan jembatan-jembatannya. Benteng di puncak bukit ini merupakan salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Habsburg, jaman Eropa masih dalam kekuasaan Holy Roman Empire. Jadi jalan-jalan kesini seperti mengingat kembali kuliah Sejarah Diplomasi Eropa deh…
 
 Budapest from Citadela
Patung di Citadela

ehh patung lagi



Kita ketemu dengan orang Indonesia yang bekerja di restoran Cina di dekat kampus CEU. Si mas ini begitu bersemangat ketemu dengan sesama orang Indonesia, jadi setelah makan kita ngobrol-ngobrol sambil dijamu dengan Chinese tea yang panas cocok dengan udara yang dingin. Berkat petunjuk mas ini (kalo ga salah namanya David), kita tau ada bis yang menuju Citadella. Akhirnya kita naik bis ke sana, tapi sekali lagi kita salah turun akibatnya kita harus jalan kaki menuju puncaknya. Sebetulnya sudah ada jalan yang disediakan untuk hiking, yang jelas memutar jauh. Tetapi begitu patung di depan benteng sudah kelihatan di atas kita (Monas juga keliatan dari mana-mana), akhirnya diputuskan mengambil jalan pintas dengan mendaki bukit yang seharusnya kita putari. Singkatnya, meski ngos-ngosan dan bersimbah keringat sampailah kita di depan patung itu, dan begitu sampai dorm saya langsung muntah-muntah,…duuuh beratnya mau ketemu patung!

Ada lagi patung yang lumayan menyiksa kaki kita untuk melihatnya yaitu patung anak kecil dengan background sungai Danube (the statue of the little princess). Gambar ini terkenal banget karena tercetak di kartu pos, di website resmi juga ada. Kita menyusuri sungai karena ingin poto dengan patung ini. Bayangan kita ini juga seperti patung-patung lain yang megah di salah satu sudut kota. Setelah beberapa kali akhirnya kita menemukan bocah ini dan ternyata hanya sebuah patung kecil yang nempel di pagar pembatas sungai…mungkin karena masih anak-anak jadi patungnya kecil ya? hahahahaa

Patung bocah ini ada di semua brosur wisata Budapest
Kaki mau patah demi ketemu patung ini
Hari-hari terakhir di Budapest kita sempatkan mengunjungi Fisherman's Bastion on Castle Hill agak jauh dari Budapest tapi masih di bagian Buda. Dengan naik metro sampailah kita ke kastil ini dan sungguh ga rugi jauh-jauh kesini karena pemandangan dari atas bagus banget. Kita bisa melihat keindahan sungai Duna, Margaret Island, Pest ke Timur dan Gellért Hil. Sayangnya saat itu dingin sekali, jadi kita fotonya buru-buru banget ga tahan dengan udara dan angin yang dingin. Selain panorama yang begitu cantik, di tengah kastil ini terdapat patung perunggu Stephen I of Hungary, patung lagi patung lagiiii….

Kastil yang dingin dan banyak patung tentu saja brrrrr..
Setelah yakin bahwa Budapest itu kota seribu patung, setiap kali kita lewat centrum dan melihat para turis berpoto di patung yang sama ketika saya baru datang, Tian langsung bilang ",..den kasi tau tuh, masi banyak patung lainnya" hehehee bodoh betul.....

Jadi inget ya.., kalo ke Budapest jangan terjebak dengan patung-patung disana!

Seraya 2 Jan 2010

Salam piknik,

D

No comments:

Post a Comment

 
feed