Jendela Untuk Mereka

Mari mengabdi dan berbagi di Rumah Cerdas Berbudi Luhur (RCBL) di desa Madurejo, Prambanan.

Romantisme Phuket

Senja yang meleleh di Kemala Beach, Phuket-Thailand....satu-satunya destinasi yang membuat kami merasa kaya, sangat direkomendasi untuk traveler kere tapi standar tinggi !

Golden Sunrise, Angkor Wat

Pemerintah Kamboja tahu cara menghargai keindahan alam ini dengan dolar...Sungguh kecantikan sinar emas pagi hari melupakan diri!

Ciao, Venice!

Siapapun yang ke Italy, pergilah ke Venice, the city of water atau Queen of the Adriatic..one of the most beautiful places in the world ..Menyusuri Canal dengan Gondola yang dikayuh oleh Italiano nan tampan, siapa yang tidak lupa diri uhuuuy

Pantaiku Indonesiaku

Mengelilingi Pantai Mutun, Lampung dengan perahu motor,..rasakan kelembutan pasir putih bersihnya, nikmati kesegaran kelapa mudanya..tapi sayang jalan menuju lokasi rusak, PR untuk pemda Lampung!

Thursday, April 12, 2018

DUA MALAM DI MALAYSIA

Sepanjang melepas akhir pekan di Malaysia kemarin itu banyak merenung. Sambil garuk-garuk karena alergi yg ga kenal batas imigrasi, hati ini semakin mengucap syukur. Selain keluarga, kawan bagi saya juga harta yg sangat berharga. Heran saja, kok banyak orang melepas harta ini. Lihatlah, ketika lagi sakit, berduka atau kena musibah lain, siapakah yang datang memberi penghiburan? Apa ratusan ribuan orang yg ada di list follower kita?..tidak bukan?? 

Tulisan ini sekedar share beberapa kawan yang masih sering saya jumpai ketika berkunjung ke Malaysia;
.
Kawan satu ini, secara SARA jelas berbeda, tetapi dia yg selalu ada di kala saya berurai airmata. Meski sebetulnya lebih banyak dia yg berurai mata siih..karena kawan satu ini kalau dengar humor receh sudah nangis..baru prolog “gua ada cerita lucu!” - - dia langsung heboh “apaaa..apaaa...apaaa???” Sambil berurai airmata, padahal kita belum lagi cerita hadeeeh..
.
Genk nangis receh sebetulnya ga cuman dia, masih ada satu lagi yang nangis juga kalau denger kisah receh. Sudahlah dijemput pake mobil BMW, ditraktir makan, masih pulak dibeliin sepatu..namun sayang sudah lama ga ngasi dollar ke anak yatim ini hihihi..sebagai gantinya, saya hanya perlu menceritakan kisah-kisah mutu rendah namun sudah mampu membuat dia berurai airmata dan bahagia..sungguh receh kan ;p
.

Sebetulnya ada lagi satu kawan yang statusnya masih kuliah di Malaysia, tapi susah nak jumpa. Urusan ngegas dialah jagonya..saya yang terkenal galak, ga ada apa-apanya *ngeri kan? Dulu dia sering masuk ke kamar saya, tiba-tiba nangis atau marah..merepet mulut dia meluahkan marahnya, dan kita sering tidak kenal siapa Subyek cerita dia,..ketika masih loading mengira-ngira siapa orang yang membuat dia marah atau nangis, nanti dia akan keluar kamar sendiri sambil melambai kesal "aaah sudahlah.." meninggalkan kami yang masih ga faham! dan..jangan sekali-kali curhat ama dia kalau kita lagi marah, karena dia akan lebih murka daripada kita!!!
.
Ada pula kawan yang termasuk baru masuk dalam jejaring saya (dibanding yg lain). Dia adalah lelaki seagama dan sesuku dengan saya. Namun alasan kita menjadi akrab selain seSARA, kita mengejar jenis kelamin yang sama...Untung selera beda, dia lebih suka yang oriental dan saya lebih yang eksotik, jadi ga bertikai gegara rebutan laki :D

Traktiran seumur hidup
Di balik postingan bahagia  pasti adalah cerita haru duka. Niat utama ke Malaysia kemarin untuk takziah. Seorang kawan (atau lebih tepatnya lawan) debat saya di Malaysia telah berpulang. Setiap kali diskusi kami seringnya berseberangan. Namun habis debat panas saya ditraktir makan dan nonton film. Makin panas perdebatan makin panjang traktirannya..pokoknya sampai saya mabok Te O Limo Suam (lemon tea) :D Tentu ada rasa kehilangan, tapi saya memilih mengenang segala kebaikannya. Kebaikan abang satu ini pernah mengantarkan kakak saya yang pelukis menjadi pembicara di sebuah kampus seni, dan beritanya ada di koran nasional Malaysia. Sungguh bikin iri, saya yang sudah hampir lima tahun (saat itu) di Malaysia tidak pernah diberitakan, eeh..ini yang yang kurang sebulan sudah nampang di koran Malaysia. Terima kasih dan selamat jalan bang Amin ..

"Karena Kematian adalah sebuah Kepastian.."

Penutup tulisan ini sebagai pesan moral, banyaklah berkawan...rawatlah pertemanan itu, jangan saling menghujat hanya karena perdebatan..tidak perlu menyamakan perbedaan. Jika kurang setuju, cepatlah melaju..karena mereka (kawan) harta berharga! 


Salam beda.
D

*mohon maaf, tidak semua kawan baik dituliskan kisahnya karena bisa kepanjangan dan menjadi cerita FIKSI nanti :P
 
»»  ReadMore...

Sunday, March 11, 2018

NUSA LEMBONGAN-CENINGAN APRIL 2017

Hampir setahun lalu tripnya tapi baru ditulis sekarang.

Ceritanya dalam rangka #birthdaytrip mau ke Komodo tapi mampir ke Bali dulu. Tanpa banyak browsing kita memutuskan ke Nusa Lembongan aja karena belum pernah. Awalnya pengen ke Nusa Penida, tapi ternyata harus nginep lebih dari sehari biar puas, dan pasti akan banyak keluar energi karena pemandangan indah di sana harus mengeluarkan keringat. Mengingat kita lagi hemat energi untuk Komodo Trip, maka diputuskan piknik cantik ke Nusa Lembongan.

Kebetulan selama di Bali tebengan kita di Sanur jadi deket deh dengan pelabuhan penyeberangan. Sudahlah nebeng, dikasi makan masih dianterin dan dijemput ke penyeberangan, nikmat mana lagi yang kau dustakan?

Pagi-pagi kami sudah diantar ke tempat penyeberangan di Pantai Sanur. Disitu banyak penyedia jasa untuk public boat, harga tiket untuk turis gosong kayak kita 75ribu oneway. Ada dua pilihan, turun di Jungut Batu atau Mushroom Bay. Jungut Batu lebih sepi, jadi kalau pengen yang lebih hidup cari penginapan di area Mushroom Bay.

Singkat cerita kita terombang ambing di laut sekitar 40menit. Supir boatnya handal meliukkan kapal mengikut gelombang, betul-betul turunan nenek moyang Si Pelaut. Begitu boat melambat, saya yang sengaja duduk di belakang biar ga mabok langsung terpana melihat pemandangan. Air di pelabuhan Pantai Jungut Batu warnanya ijo turquoise, kontras dengan pasir pantai yang putih. Dasar laut terlihat jelas saking beningnya. Rumah-rumah (penginapan) di atas perbukitan jadi background, mirip pemandangan di Eropa gitu (yang belum pernah ke Eropa percaya aja deh). 

Sengaja duduk di ujung begini biar ga mabok laut 
Sampai di pelabuhan Jungut Batu ditawari sewa motor, tapi kita memilih jalan kaki menyusuri indahnya pantai menuju hotel yang menurut google map (hanya) 600m. Banyak pilihan penginapan disini, harganya variatif tapi jangan nyari hotel murah dengan pemandangan bagus dan bebas setan yaa. Setelah sampai di Tarcy’s Bungalow kita langsung mendudukkan diri manja menikmati pantai indah yang terpapar di depan. Niatan mau berenang menjelang sunset kandas, karena ternyata sore hari pantainya surut. Sungguh dilematis, karena kalau siang panas berenang di laut dijamin kulit semakin eksotis. Akhirnya sore itu kita habiskan dengan menikmati keindahan sunset di sepanjang pantai Jungut Batu dilanjut dengan birthday dinner ala-ala di hotel (yang ternyata mahal kurang berbaloi, jadi besoknya kita makan di warung Jawa deket hotel biar ga tekor hahaha).

Tarcy's Bungalow
Besok paginya kita sewa motor, 50rb/hari, menuju ke Nusa Ceningan. Jadi Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan itu terpisah dihubungkan jembatan kuning. Karena ga terlalu banyak cari info, kita ga punya tujuan pasti..senemunya aja ngikutin petunjuk. Seru juga cara seperti ini, karena pulaunya kecil yakin ga bakalan meski petunjuk tempat dan jalanan masih ala kadarnya aja. Justru ini kali yang bikin tempatnya masih cantik alami ya..pokoknya tiap pengkolan layak buat foto. Ini beberapa spot menarik yang kita temui;
Peta Nusa Lembongan dari sini
Pantai Jungut Batu 
Pantainya sepi di siang hari tapi cantik banget, agak rame menjelang sore hari untuk menikmati keindahan sunset. Dijamin ora kecewa!




Jembatan Kuning
Jembatan satu-satunya yang menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Harus hati-hati disini karena banyak bule yang baru bisa naik motor oleng-oleng.



Blue Lagoon
Penggambaran spot ini dicari tau aja arti Blue Lagoon..ya emang biru cakep sih, bingung jelasinnya ..liatin fotonya aja deh



Devil's Tears
Deburan ombak yang besar menghantam bebatuan menimbulkan percikan air mata yang keluar dari kemarahan..yang pasti percikan devil's tears ini lebih mengerikan daripada airmata buaya!





Dream Beach
Kalau menginap di sini dengan hotel yang punya akses langsung ke laut, berasa kolam renangnya luaaas banget..ini potonya diambil dari atas bukit, biar kelihatan penginapan cantik di sepanjang pantai di bawah itu. 


Secret Beach
Menurut kita sih semua pantai di sini bisa termasuk secret beach, jadi ga tau apa istimewanya pantai satu ini. Hampir semua pantai di Nusa Lembongan-Ceningan memang harus melalui jalan berkelok yang seperti penuh rahasia..sepertinya kalau kita piknik kesini, jalan kemanapun pasti ketemu pantai deh..keren-keren semua pula.



Jumping Point

Nah ini cocok buat yang nyawanya berlapis atau punya level keberanian mak Icih. Spot untuk loncat ada yang 13m,.pas disini lagi gerimis makanya ga sempat videoin orang loncat (sayang HP). Sekali loncat bayar berapa gitu lupa..tapi murah kok..banyak bule-bule pada nyobain. Sepertinya di area ini juga banyak penginapan-penginapan, namanya juga pulau kecil.


Dari semua spot-spot cantik yang kita temui, kalau saya pribadi paling berkesan dengan salah satu tempat di area Lebaoh, Nusa Ceningan. Ceritanya pas naik motor ngikuti petunjuk, kita asal-asalan aja sak nemunya..maka sampailah kami di sebuah warung (resto). Namanya juga di Nusa Ceningan, pasti letaknya juga di clift gitu..Pas cuaca gerimis, menikmati teh hangat di tempat yang sunyi, hanya ada suara kicau burung dan deru lirih kapal di kejauhan. Pemandangan hijau pulau Nusa Penida di depan dengan paduan air Selat Bali (kalau tidak salah)..pokoknya damaiii banget. Andai aku adalah pujangga yang membawa  laptop, pasti jadi satu buku isi kumpulan puisi :)



Demikianlah laporan #birthdaytrip April 2017 lalu..semoga diberikan kesehatan dan umur panjang untuk bisa menikmati trip-trip berikutnya. Semoga yang membaca pun ikut merasakan rasa syukur dan kegembiraan  dari cerita ini, kalau habis baca jadi sirik dan dengki sebaiknya segera cari promo tiket piknik *piss


Salam Piknik dari kami #birthdayboy dan #birthdaygirl :D






»»  ReadMore...

Saturday, November 4, 2017

PIKNIK TERLEMPUNG 2017

Meski tahun 2017 masih sebulan lagi, tapi sepertinya saya yakin piknik ke Chiang Mai Thailand adalah piknik terlempung (baca: piknik paling ga mutuuu). Seperti pernah cerita sebelumnya, belum napas sepulang dari Eropa saya “dipaksa” Hamba Allah untuk menemani piknik ke Chiang Mai. Tiket dan akomodasi sudah dipesan, makan jelas ditanggung. Pokoknya berangkat cuman sangu duit 300rb di dompet untuk 5 hari piknik ke Chiang Mai dan Bangkok.

Singkat cerita sampailah kita di Bangkok, transit menunggu flight ke Chiang Mai. Sambil nunggu saya nanya Hamba Allah, kita ke Chiang Mai ini mau kemana aja? Dan jawabnya adalah “ga tau, terserah kamu aja”..laah bagaimana cerita? Akhirnya sibuklah saya browsing pake wifi bandara, ada apa aja di Chiang Mai..saya bener-bener ga prepare untuk trip ini. Keburu dipanggil boarding, kita ga sempat menentukan mau kemana aja.

Begitu mendarat, otw ke hotel saya nanya ke supir taksi tentang destinasi wisata di Chiang Mai. Baru tau kalau tempat-tempat yg dimau Hamba Allah ini ternyata jauh di luar kota semua, padahal kita hanya 2 malam disini. Sesampai di hotel, kita berdua kaget. Kok hotelnya gelap kayak ga berpenghuni, dan di depan hotel ga ada apa-apa. Saya nanya donk, apa pertimbangannya milih hotel  ini dan siapa yang milih? Jawabnya ya dia sendiri yang mesen hotel, trus katanya deket apaa gituu (ga jelas). Lenyaplah sudah bayangan piknik dengan adegan bermanja manja di pinggir kolam renang hotel L 

Setelah check in, sepertinya saat itu hampir magrib, kita memutuskan ke night market aja. Si Hamba Allah sudah siap dengan sepatu sport barunya. Dia emang bilang mau olahraga jalan kaki selama piknik makanya siap banget dengan sepatu baru segala. Liat di google map jarak hotel ke night market hanya sekitar 1.7km..aman lah jalan kaki. Namun, baru jalan sekitar 100m dengan sepatu barunya, si Hamba Allah mulai merengek “naik taksi yuuk..apa naik tuk tuk gitu”..saya yang masih gagah berkat latian jalan kaki sampai kuku biru di Eropa jelas menolak. Tapi ga tega juga liat jalan Hamba Allah mulai terhuyung-huyung (pasti kaki udah bengkak hahaha) Alhamdulillah ada Tuk Tuk yg mau berhenti, dan cukup bayar 20THB per gundul kita sudah sampai di night market. Baliknya jangan ditanya, jelas langsung nyarter Tuk Tuk laah, kita ngikik-ngikik sendiri di tengah deru Tuk Tuk yang meliuk-liuk J

Besoknya kita memutuskan ikut tour ke Chiang Rai full day, balik-balik sudah malam dan pasti tepar, manakala besoknya kita sudah ke Bangkok. Jadi praktis kita di Chiang Mai itu cuman main ke pasar malam hadeeh piknik opoo ikii..

Selanjutnya kita dua hari di Bangkok, ga faham juga kenapa harus kesini..kenapa ga lamaan di Chiang Mai yang kita berdua belum pernah. Lagi-lagi zonk pas sampai hotel di Bangkok. Pertanyaan saya masih sama “apa pertimbangan milih hotel ini? deket apa? Gimana engga, hotel kita di depannya jalan raya yang ga ada apa-apa. Begitu buka jendela kamar, pemandangan kita adalan PINTU TOL.. brasa piknik ke Grogol aja L Setelah liat di google map, ternyata hanya sekitar 1-2km aja ke kawasan Discovery Bangkok..namuuun begitu jalan sekitar 50m, kita berhadapan dengan jembatan penyebarangan yg tinggi jembatan Semanggi #zonk ..Tawaran saya, kita lanjut jalan2 (dengan naik ke JPO) atau balik hotel, dan taulah apa jawabannya J Akhirnya malam itu kita hanya di kamar, saya begadang menyelesaikan laporan sedangkan Hamba Allah hanya gulang guling di kasur sambil nyanyi “asal kau bahagia” J

Hari kedua di Bangkok kita ke Museum Lilin Madame Tussaud, dengan pertimbangan ga banyak jalan kaki haha .. itupun setelah selesai keliling dia udah ngeluh capek, padahal kita berencana akan menghabiskan malam terakhir di Hard Rock Bangkok makan keripikn (baca: nachos)..gagal sudah nongki cantik kita, langsung balik ke hotel aja weees


Tapi meski trip ini terlempung, kita tetep happy loh..lima hari ketawa ga jelas..asal kau bahagia ajalah pokoknya J







»»  ReadMore...

(Jangan) ke Long Neck Karen Village, Chiang Rai -Thailand Utara

Ketika kemarin ke Chiang Mai, penasaran pengen berkunjung ke Long Neck Village ini. Kebetulan desa ini termasuk dalam “jualan” paket wisata di Chiang Mai. Dari Chiang Mai kita naik van sekitar 3 jam ke Chiang Rai, provinsi paling utara di Thailand yang berbatasan dengan Myanmar dan Laos.

Kita harus bayar tiket masuk berdua 500THB (IDR200an ribu).  Suasana desa mirip perkampungan suku Sasak di Lombok. Jalanan desa masih tanah liat, rumah-rumah dengan atap jerami berjajar rapi sebagai tempat “display”.  Entah kenapa rasanya jadi kurang nyaman, melihat para wanita berleher panjang seperti dipajang menanti turis. Di setiap rumah, mereka menjajakan kain, atau hasil kerajinan desa sambil melayani foto dari para turis  (termasuk saya). Desanya pun cuma kecil seputaran habis, tapi kan penasaran karena belum pernah.

Konon, suku Kayan (bagian dari suku Karen) yang tinggal di desa ini asalnya dari Burma (Myanmar). Mereka terpaksa mengungsi ke wilayah Thailand karena terjadi perselisihan dengan junta militer akhir tahun 1980an. Sedihnya, mereka ditampung oleh pemerintah Thailand sebagai tapi  dibatasi geraknya, tidak boleh meninggalkan wilayah desa ini. Mereka tidak bisa kerja seperti orang Thai pada umumnya. Kerjaan mereka ya “jualan” di desa ini, bahkan banyak turis asing yang menyebut desa ini seperti “human zoo”. Katanya anak-anak mereka sekarang sudah boleh ke sekolah umum, karena generasi tua banyak yang tidak bisa bahasa Thai.

Perempuan suku Kayan di desa Long Neck Karen ini juga disebut sebagai “giraffe woman”. Menurut sejarahnya, awal mula mereka dulu pakai kalung di leher itu untuk menghindari dari serangan binatang buas karena hidupnya di hutan. Entah gimana cerita kemudian kalung di leher menjadi lambang kecantikan. Mereka harus menggunakan kalung di leher dan kakinya sejak kecil biar cantik. Makin panjang makin cantik, dan katanya mereka tidak boleh melepas kalungnya terlalu lama karena bisa patah leher…kita liatnya kok ngilu ya. Kalau mau cantik mbok ya pakai bedak ama gincu aja sii..tidak menyiksa  .. mereka betul-betul menghayati  beauty is pain L








»»  ReadMore...

 
feed