Jendela Untuk Mereka

Mari mengabdi dan berbagi di Rumah Cerdas Berbudi Luhur (RCBL) di desa Madurejo, Prambanan.

Romantisme Phuket

Senja yang meleleh di Kemala Beach, Phuket-Thailand....satu-satunya destinasi yang membuat kami merasa kaya, sangat direkomendasi untuk traveler kere tapi standar tinggi !

Golden Sunrise, Angkor Wat

Pemerintah Kamboja tahu cara menghargai keindahan alam ini dengan dolar...Sungguh kecantikan sinar emas pagi hari melupakan diri!

Ciao, Venice!

Siapapun yang ke Italy, pergilah ke Venice, the city of water atau Queen of the Adriatic..one of the most beautiful places in the world ..Menyusuri Canal dengan Gondola yang dikayuh oleh Italiano nan tampan, siapa yang tidak lupa diri uhuuuy

Pantaiku Indonesiaku

Mengelilingi Pantai Mutun, Lampung dengan perahu motor,..rasakan kelembutan pasir putih bersihnya, nikmati kesegaran kelapa mudanya..tapi sayang jalan menuju lokasi rusak, PR untuk pemda Lampung!

Tuesday, September 18, 2018

KEMBALI KE ABAD PERTENGAHAN DI OLD TOWN TALLIN, ESTONIA

Kapal M/s Finlandia Eckerö Line akhirnya berlabuh di Terminal A, Tallin. Andai penginapan di area Old Town, bisa geret koper langsung ke hotel. Namun karena kesalahan booking, terpaksalah naik bis menuju hotel yang deket dengan airport. Hasil pencarian di dunia maya yang semuanya ada, cara terbaik (baca: termurah) adalah beli kartu untuk transportasi umum disana infonya disini . Kartu seharga 8 itu valid untuk 5 hari. Sebetulnya ada Tallin Card yang juga khusus turis, selain bebas naik transportasi umum juga bisa free entrance ke beberapa museum. Namun jelas dari harga lebih mahal. Kartu ini bebas untuk semua transportasi dalam kota, pernah sekali salah naik bis AKAP harus bayar lagi..untung cuman 70c karena 2 stop aja. *itungannya ruwet kalo urusan Euro, setiap sen berarti
6€ (5hari) + 2€ deposit = 8
Singkat cerita, sampailah di hotel. Murah siih untuk ukuran berbintang 4, namun rasanya terlalu mewah untuk kartu ATM saya yang isinya setipis tempe. Tiba di hotel sudah hampir jam 7 malam, manakala kehidupan di sana berakhir jam 9pm. Akhirnya hari pertama di Tallin hanya dihabiskan menyusuri mall yang cilakanya ada di samping hotel. Godaan untuk menggesek kartu jelas ada, untung tertahankan dengan batas kiloan bagasi. Jadi hari pertama ngemol hanya keluar duit untuk makan Tomyam yang alhamdulillahnya cukup 6€ saja.

Semur apa Tomyam iki?

Sayang sekali hotel mewah itu tidak dilengkapi pemanas air. Manakala kalau bikin kopi pake air keran, panasnya kurang mateng..yowes pasrah ngeteh ajalah. Untungnya lagi gembel di perut pengertian, ga nuntut breakfast manja di hotel yang harganya 17€. Memang dibandingkan Finlandia, harga makan di Tallin ya lebih beliable..namun tetep aja kalau dikonversi ke rupiah langsung keinget harga Siomay Bang Yono depan kampus.

Dengan berbekal Tallin Smartcard, jam 10an pagi udah nongkrong di halte depan hotel nyegat bis no 2 ke arah Old Town. Sudah ngecek di google map dimana harus berhenti. Mungkin saking senangnya menginjak negara Baltic, eeh lha kok bablas,..tiba-tiba sudah sampai di terminal ferry kemarin lagi. Supirnya sampai harus nyamperin nyuruh turun. Rada misuh-misuh juga batin ini karena terpaksa harus jalan balik ke Old Town, mana mulai hujan deres. Tapi dasar hujan Eropa, dia ga lama tercurahnya.  Sampai di gerbang Old Town hujan mulai merintik dan mereda, maka acara jalan kaki keliling pun menyenangkan.

Ada banyak point of interest di sini, tetapi rasanya setiap pengkolan layak untuk foto. Berbagai sumber menyebutkan Old Town Tallin ini termasuk kota terbaik di Eropa Utara yang mempertahankan kecantikan gaya kota di Abad Pertengahan. Jalanan dari batu yang tertata dan berliku, arsitektur bangunan yang nampak kokoh dan menara-menara Gothic dimana-mana, berhasil membawa kita seolah-olah memang berada di negeri dongeng. Mungkin ga akan kaget kalau tiba-tiba ketemu Shrek dan rombongannya #khayalan

Cobalah lihat poto-poto ini:

St. Nicholas' Church
Add caption

Paks Margareeta, Estonia maritime museum



Reichmanni maja


Bekas markas KGB, ada penjara bawah tanahnya

cafe-cafe sepanjang Town hall square

Town hall square

Abang becak 
Hinke Tower

Munkade-Tagune tower

moto gedung ini sampai nungging tp gedungnya malah jd miring haha

Setelah kaki mulai gemeter, akhirnya mampir McD yang harganya pasti-pasti aja. Sempet ngelirik makan mewah di restoran sepanjang jalan, agak terjangkau sih..namun kan hidup masih panjang harus dijalani. Hidup realistis ajalah, makan “sampah” 6-7€ sambil numpang ngecas.

Tongkrongan irit, free wifi

Menjelang balik hotel, nemu pasar tradisional. Tergoda lihat harga buah-buahan yang terjangkau, bahkan dibanding Jakarta lebih murah. Terbelilah sekantong apel hanya 1.20€ lumayan bisa buat sarapan sehat (baca: irit).
 
Sarapan buah segar
Kesimpulannya, daripada bayar mahal untuk ngegym,..mending piknik deh plus makan sehat gini. Insyaallah sehat lahir dan batin serta hidup tidak julid..yee kaaan

salam piknik 
@denikalogi



i
»»  ReadMore...

Sunday, September 16, 2018

NAIK KAPAL FERRY M/s Finlandia Eckerö Line DARI HELSINKI KE TALLIN


Selesai konferen di Tampere, Finlandia segera naik bis ke Helsinki untuk memulai petualangan keliling negara-negara Baltik. Berkat banyak dukungan dan doa dari Tanah Air, perjalanan ke Baltik ini berhasil nemu tiket murah kapal M/s Finlandia Eckerö Line, Helsinki-Tallin hanya 10EuroBookingnya disini https://www.eckeroline.com Ada beberapa pilihan ferry untuk menyeberang, rata-rata tiket 25-30Euro. 

M/s Finlandia Eckerö Line berangkat dari West Harbour Terminal T2, Helsinki. Senang, bangga dan puas banget bisa nemu bis dari Tampere-Helsinki yang langsung turun di T2. Kebayang bakalan rempong kalau salah bis, karena harus nyeret koper pindah bis/tram dari terminal bis Helsinki ke T2. *nyembah internet 

West Harbour T2 Helsinki

Sampai T2, suasana masi sepi jadi bebas mempelajari situasi biar ga keliatan norak mau naik kapal. Ternyata semua mudah saja, seperti kebanyakan di negara maju, kita urusannya sama mesin aja..tinggal masukin kode booking ke mesin, maka tercetaklah boarding pass. Tinggal nunggu panggilan boarding aja deh..persis kayak di airport gitu.

Terminal masi sepi..

Cetak boarding pass
Hanya beberapa penumpang

Menuju waiting room

Waiting room nan syahdu
Baru kali ini travelling naik kapal ferry/cruise, dan ternyata menyenangkan. Berasa jadi Rose meski tanpa si Jack di Titanic #khayalan Enaknya pergi bukan di hari libur atau weekend, bebas milih tempat duduk mana aja. Langsung milih di pinggir jendela biar bisa memandangi laut, sambil mendengarkan live music di deck bawah. Lha kok kebetulan lagu yang diputer hits banget (pada eranya) macam Cindy Lauper gitulah haha #jadul 

Perjalanan 2,5 jam terasa cepat saja. Secangkir kopi yang hanya 2E diseruputnya lama ga habis-habis..yah biar ga malu cuman duduk di pinggir jendela jagain koper doank. Sebetulnya di bawah ada loker untuk nyimpen koper, namun kok sayang aja ngeluarin 6E. Untung aja harus jagain koper, kalau keluyuran keliling kapal bisa bahaya. Ada kasino dan toko-toko tempat belanja di kapal, sungguh menggoda *syaitonirjoiim

Ini foto-foto selama di kapal M/s Finlandia Eckerö Line

Kapal aja berlabuh, kok hatimu tidak siii...#eeaa

Apakah kamu sekuat sandaran kapal ini? #eeaa lagi

Hidup ya begini ajalah.. 
Anak band *pada eranya,  lagu menyesuaikan juga 
Untuk yang perlu hiburan
pait-pait-pait
ingat kiloan--
Loker di lantai 6


Salam piknik
denikalogi


»»  ReadMore...

Thursday, April 12, 2018

DUA MALAM DI MALAYSIA

Sepanjang melepas akhir pekan di Malaysia kemarin itu banyak merenung. Sambil garuk-garuk karena alergi yg ga kenal batas imigrasi, hati ini semakin mengucap syukur. Selain keluarga, kawan bagi saya juga harta yg sangat berharga. Heran saja, kok banyak orang melepas harta ini. Lihatlah, ketika lagi sakit, berduka atau kena musibah lain, siapakah yang datang memberi penghiburan? Apa ratusan ribuan orang yg ada di list follower kita?..tidak bukan?? 

Tulisan ini sekedar share beberapa kawan yang masih sering saya jumpai ketika berkunjung ke Malaysia;
.
Kawan satu ini, secara SARA jelas berbeda, tetapi dia yg selalu ada di kala saya berurai airmata. Meski sebetulnya lebih banyak dia yg berurai mata siih..karena kawan satu ini kalau dengar humor receh sudah nangis..baru prolog “gua ada cerita lucu!” - - dia langsung heboh “apaaa..apaaa...apaaa???” Sambil berurai airmata, padahal kita belum lagi cerita hadeeeh..
.
Genk nangis receh sebetulnya ga cuman dia, masih ada satu lagi yang nangis juga kalau denger kisah receh. Sudahlah dijemput pake mobil BMW, ditraktir makan, masih pulak dibeliin sepatu..namun sayang sudah lama ga ngasi dollar ke anak yatim ini hihihi..sebagai gantinya, saya hanya perlu menceritakan kisah-kisah mutu rendah namun sudah mampu membuat dia berurai airmata dan bahagia..sungguh receh kan ;p
.

Sebetulnya ada lagi satu kawan yang statusnya masih kuliah di Malaysia, tapi susah nak jumpa. Urusan ngegas dialah jagonya..saya yang terkenal galak, ga ada apa-apanya *ngeri kan? Dulu dia sering masuk ke kamar saya, tiba-tiba nangis atau marah..merepet mulut dia meluahkan marahnya, dan kita sering tidak kenal siapa Subyek cerita dia,..ketika masih loading mengira-ngira siapa orang yang membuat dia marah atau nangis, nanti dia akan keluar kamar sendiri sambil melambai kesal "aaah sudahlah.." meninggalkan kami yang masih ga faham! dan..jangan sekali-kali curhat ama dia kalau kita lagi marah, karena dia akan lebih murka daripada kita!!!
.
Ada pula kawan yang termasuk baru masuk dalam jejaring saya (dibanding yg lain). Dia adalah lelaki seagama dan sesuku dengan saya. Namun alasan kita menjadi akrab selain seSARA, kita mengejar jenis kelamin yang sama...Untung selera beda, dia lebih suka yang oriental dan saya lebih yang eksotik, jadi ga bertikai gegara rebutan laki :D

Traktiran seumur hidup
Di balik postingan bahagia  pasti adalah cerita haru duka. Niat utama ke Malaysia kemarin untuk takziah. Seorang kawan (atau lebih tepatnya lawan) debat saya di Malaysia telah berpulang. Setiap kali diskusi kami seringnya berseberangan. Namun habis debat panas saya ditraktir makan dan nonton film. Makin panas perdebatan makin panjang traktirannya..pokoknya sampai saya mabok Te O Limo Suam (lemon tea) :D Tentu ada rasa kehilangan, tapi saya memilih mengenang segala kebaikannya. Kebaikan abang satu ini pernah mengantarkan kakak saya yang pelukis menjadi pembicara di sebuah kampus seni, dan beritanya ada di koran nasional Malaysia. Sungguh bikin iri, saya yang sudah hampir lima tahun (saat itu) di Malaysia tidak pernah diberitakan, eeh..ini yang yang kurang sebulan sudah nampang di koran Malaysia. Terima kasih dan selamat jalan bang Amin ..

"Karena Kematian adalah sebuah Kepastian.."

Penutup tulisan ini sebagai pesan moral, banyaklah berkawan...rawatlah pertemanan itu, jangan saling menghujat hanya karena perdebatan..tidak perlu menyamakan perbedaan. Jika kurang setuju, cepatlah melaju..karena mereka (kawan) harta berharga! 


Salam beda.
D

*mohon maaf, tidak semua kawan baik dituliskan kisahnya karena bisa kepanjangan dan menjadi cerita FIKSI nanti :P
 
»»  ReadMore...

Sunday, March 11, 2018

NUSA LEMBONGAN-CENINGAN APRIL 2017

Hampir setahun lalu tripnya tapi baru ditulis sekarang.

Ceritanya dalam rangka #birthdaytrip mau ke Komodo tapi mampir ke Bali dulu. Tanpa banyak browsing kita memutuskan ke Nusa Lembongan aja karena belum pernah. Awalnya pengen ke Nusa Penida, tapi ternyata harus nginep lebih dari sehari biar puas, dan pasti akan banyak keluar energi karena pemandangan indah di sana harus mengeluarkan keringat. Mengingat kita lagi hemat energi untuk Komodo Trip, maka diputuskan piknik cantik ke Nusa Lembongan.

Kebetulan selama di Bali tebengan kita di Sanur jadi deket deh dengan pelabuhan penyeberangan. Sudahlah nebeng, dikasi makan masih dianterin dan dijemput ke penyeberangan, nikmat mana lagi yang kau dustakan?

Pagi-pagi kami sudah diantar ke tempat penyeberangan di Pantai Sanur. Disitu banyak penyedia jasa untuk public boat, harga tiket untuk turis gosong kayak kita 75ribu oneway. Ada dua pilihan, turun di Jungut Batu atau Mushroom Bay. Jungut Batu lebih sepi, jadi kalau pengen yang lebih hidup cari penginapan di area Mushroom Bay.

Singkat cerita kita terombang ambing di laut sekitar 40menit. Supir boatnya handal meliukkan kapal mengikut gelombang, betul-betul turunan nenek moyang Si Pelaut. Begitu boat melambat, saya yang sengaja duduk di belakang biar ga mabok langsung terpana melihat pemandangan. Air di pelabuhan Pantai Jungut Batu warnanya ijo turquoise, kontras dengan pasir pantai yang putih. Dasar laut terlihat jelas saking beningnya. Rumah-rumah (penginapan) di atas perbukitan jadi background, mirip pemandangan di Eropa gitu (yang belum pernah ke Eropa percaya aja deh). 

Sengaja duduk di ujung begini biar ga mabok laut 
Sampai di pelabuhan Jungut Batu ditawari sewa motor, tapi kita memilih jalan kaki menyusuri indahnya pantai menuju hotel yang menurut google map (hanya) 600m. Banyak pilihan penginapan disini, harganya variatif tapi jangan nyari hotel murah dengan pemandangan bagus dan bebas setan yaa. Setelah sampai di Tarcy’s Bungalow kita langsung mendudukkan diri manja menikmati pantai indah yang terpapar di depan. Niatan mau berenang menjelang sunset kandas, karena ternyata sore hari pantainya surut. Sungguh dilematis, karena kalau siang panas berenang di laut dijamin kulit semakin eksotis. Akhirnya sore itu kita habiskan dengan menikmati keindahan sunset di sepanjang pantai Jungut Batu dilanjut dengan birthday dinner ala-ala di hotel (yang ternyata mahal kurang berbaloi, jadi besoknya kita makan di warung Jawa deket hotel biar ga tekor hahaha).

Tarcy's Bungalow
Besok paginya kita sewa motor, 50rb/hari, menuju ke Nusa Ceningan. Jadi Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan itu terpisah dihubungkan jembatan kuning. Karena ga terlalu banyak cari info, kita ga punya tujuan pasti..senemunya aja ngikutin petunjuk. Seru juga cara seperti ini, karena pulaunya kecil yakin ga bakalan meski petunjuk tempat dan jalanan masih ala kadarnya aja. Justru ini kali yang bikin tempatnya masih cantik alami ya..pokoknya tiap pengkolan layak buat foto. Ini beberapa spot menarik yang kita temui;
Peta Nusa Lembongan dari sini
Pantai Jungut Batu 
Pantainya sepi di siang hari tapi cantik banget, agak rame menjelang sore hari untuk menikmati keindahan sunset. Dijamin ora kecewa!




Jembatan Kuning
Jembatan satu-satunya yang menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Harus hati-hati disini karena banyak bule yang baru bisa naik motor oleng-oleng.



Blue Lagoon
Penggambaran spot ini dicari tau aja arti Blue Lagoon..ya emang biru cakep sih, bingung jelasinnya ..liatin fotonya aja deh



Devil's Tears
Deburan ombak yang besar menghantam bebatuan menimbulkan percikan air mata yang keluar dari kemarahan..yang pasti percikan devil's tears ini lebih mengerikan daripada airmata buaya!





Dream Beach
Kalau menginap di sini dengan hotel yang punya akses langsung ke laut, berasa kolam renangnya luaaas banget..ini potonya diambil dari atas bukit, biar kelihatan penginapan cantik di sepanjang pantai di bawah itu. 


Secret Beach
Menurut kita sih semua pantai di sini bisa termasuk secret beach, jadi ga tau apa istimewanya pantai satu ini. Hampir semua pantai di Nusa Lembongan-Ceningan memang harus melalui jalan berkelok yang seperti penuh rahasia..sepertinya kalau kita piknik kesini, jalan kemanapun pasti ketemu pantai deh..keren-keren semua pula.



Jumping Point

Nah ini cocok buat yang nyawanya berlapis atau punya level keberanian mak Icih. Spot untuk loncat ada yang 13m,.pas disini lagi gerimis makanya ga sempat videoin orang loncat (sayang HP). Sekali loncat bayar berapa gitu lupa..tapi murah kok..banyak bule-bule pada nyobain. Sepertinya di area ini juga banyak penginapan-penginapan, namanya juga pulau kecil.


Dari semua spot-spot cantik yang kita temui, kalau saya pribadi paling berkesan dengan salah satu tempat di area Lebaoh, Nusa Ceningan. Ceritanya pas naik motor ngikuti petunjuk, kita asal-asalan aja sak nemunya..maka sampailah kami di sebuah warung (resto). Namanya juga di Nusa Ceningan, pasti letaknya juga di clift gitu..Pas cuaca gerimis, menikmati teh hangat di tempat yang sunyi, hanya ada suara kicau burung dan deru lirih kapal di kejauhan. Pemandangan hijau pulau Nusa Penida di depan dengan paduan air Selat Bali (kalau tidak salah)..pokoknya damaiii banget. Andai aku adalah pujangga yang membawa  laptop, pasti jadi satu buku isi kumpulan puisi :)



Demikianlah laporan #birthdaytrip April 2017 lalu..semoga diberikan kesehatan dan umur panjang untuk bisa menikmati trip-trip berikutnya. Semoga yang membaca pun ikut merasakan rasa syukur dan kegembiraan  dari cerita ini, kalau habis baca jadi sirik dan dengki sebaiknya segera cari promo tiket piknik *piss


Salam Piknik dari kami #birthdayboy dan #birthdaygirl :D






»»  ReadMore...

Saturday, November 4, 2017

PIKNIK TERLEMPUNG 2017

Meski tahun 2017 masih sebulan lagi, tapi sepertinya saya yakin piknik ke Chiang Mai Thailand adalah piknik terlempung (baca: piknik paling ga mutuuu). Seperti pernah cerita sebelumnya, belum napas sepulang dari Eropa saya “dipaksa” Hamba Allah untuk menemani piknik ke Chiang Mai. Tiket dan akomodasi sudah dipesan, makan jelas ditanggung. Pokoknya berangkat cuman sangu duit 300rb di dompet untuk 5 hari piknik ke Chiang Mai dan Bangkok.

Singkat cerita sampailah kita di Bangkok, transit menunggu flight ke Chiang Mai. Sambil nunggu saya nanya Hamba Allah, kita ke Chiang Mai ini mau kemana aja? Dan jawabnya adalah “ga tau, terserah kamu aja”..laah bagaimana cerita? Akhirnya sibuklah saya browsing pake wifi bandara, ada apa aja di Chiang Mai..saya bener-bener ga prepare untuk trip ini. Keburu dipanggil boarding, kita ga sempat menentukan mau kemana aja.

Begitu mendarat, otw ke hotel saya nanya ke supir taksi tentang destinasi wisata di Chiang Mai. Baru tau kalau tempat-tempat yg dimau Hamba Allah ini ternyata jauh di luar kota semua, padahal kita hanya 2 malam disini. Sesampai di hotel, kita berdua kaget. Kok hotelnya gelap kayak ga berpenghuni, dan di depan hotel ga ada apa-apa. Saya nanya donk, apa pertimbangannya milih hotel  ini dan siapa yang milih? Jawabnya ya dia sendiri yang mesen hotel, trus katanya deket apaa gituu (ga jelas). Lenyaplah sudah bayangan piknik dengan adegan bermanja manja di pinggir kolam renang hotel L 

Setelah check in, sepertinya saat itu hampir magrib, kita memutuskan ke night market aja. Si Hamba Allah sudah siap dengan sepatu sport barunya. Dia emang bilang mau olahraga jalan kaki selama piknik makanya siap banget dengan sepatu baru segala. Liat di google map jarak hotel ke night market hanya sekitar 1.7km..aman lah jalan kaki. Namun, baru jalan sekitar 100m dengan sepatu barunya, si Hamba Allah mulai merengek “naik taksi yuuk..apa naik tuk tuk gitu”..saya yang masih gagah berkat latian jalan kaki sampai kuku biru di Eropa jelas menolak. Tapi ga tega juga liat jalan Hamba Allah mulai terhuyung-huyung (pasti kaki udah bengkak hahaha) Alhamdulillah ada Tuk Tuk yg mau berhenti, dan cukup bayar 20THB per gundul kita sudah sampai di night market. Baliknya jangan ditanya, jelas langsung nyarter Tuk Tuk laah, kita ngikik-ngikik sendiri di tengah deru Tuk Tuk yang meliuk-liuk J

Besoknya kita memutuskan ikut tour ke Chiang Rai full day, balik-balik sudah malam dan pasti tepar, manakala besoknya kita sudah ke Bangkok. Jadi praktis kita di Chiang Mai itu cuman main ke pasar malam hadeeh piknik opoo ikii..

Selanjutnya kita dua hari di Bangkok, ga faham juga kenapa harus kesini..kenapa ga lamaan di Chiang Mai yang kita berdua belum pernah. Lagi-lagi zonk pas sampai hotel di Bangkok. Pertanyaan saya masih sama “apa pertimbangan milih hotel ini? deket apa? Gimana engga, hotel kita di depannya jalan raya yang ga ada apa-apa. Begitu buka jendela kamar, pemandangan kita adalan PINTU TOL.. brasa piknik ke Grogol aja L Setelah liat di google map, ternyata hanya sekitar 1-2km aja ke kawasan Discovery Bangkok..namuuun begitu jalan sekitar 50m, kita berhadapan dengan jembatan penyebarangan yg tinggi jembatan Semanggi #zonk ..Tawaran saya, kita lanjut jalan2 (dengan naik ke JPO) atau balik hotel, dan taulah apa jawabannya J Akhirnya malam itu kita hanya di kamar, saya begadang menyelesaikan laporan sedangkan Hamba Allah hanya gulang guling di kasur sambil nyanyi “asal kau bahagia” J

Hari kedua di Bangkok kita ke Museum Lilin Madame Tussaud, dengan pertimbangan ga banyak jalan kaki haha .. itupun setelah selesai keliling dia udah ngeluh capek, padahal kita berencana akan menghabiskan malam terakhir di Hard Rock Bangkok makan keripikn (baca: nachos)..gagal sudah nongki cantik kita, langsung balik ke hotel aja weees


Tapi meski trip ini terlempung, kita tetep happy loh..lima hari ketawa ga jelas..asal kau bahagia ajalah pokoknya J







»»  ReadMore...

 
feed