09 December 2019

SERBIA DAN PERANG DUNIA I

The Great War

Sebulan setelah terbunuhnya Pangeran Franz Ferdinand dan Puteri Sophie di Sarajevo (BH), pecah Perang Dunia I (PD I). Pada tanggal 28 Juli 1914, Kerajaan Austria-Hongaria mendeklarasikan perang kepada Serbia yang dianggap bertanggung jawab atas insiden pembunuhan itu. Setahun setelah operasi milter besar-besaran, Serbia akhirnya jatuh di bawah kepenguasaan Kerajaan  Austria-Hongaria yang berbagi dengan Bulgaria. Serbia sebelah timur dikuasai Bulgaria, sedangkan di area barat di bawah kontrol Austria-Hongaria. 

Eskalasi perang semakin besar dengan terlibatnya kekuatan-kekuatan besar yang ada di Eropa, ini yang kemudian dikenal sebagai PD I atauThe Great War (1914-1918). Dalam perang ini ada dua kekuatan besar; Jerman, Austria-Hongaria didukung oleh Turki dan Bulgaria yang tergabung sebagai Central Power vs Etente Power yang terdiri dari aliansi Perancis, Rusia, Italy dan Inggris Raya. Central power akhirnya kalah perang setelah masuknya Amerika Serikat ditambah negara sekutu lain.

Poster Propaganda 

Di Historical Museum  of Serbia kota Beograd (Belgrade), selain menggambarkan sejarah PD I per zona pertempuran, dijelaskan juga bagaimana propaganda digunakan sebagai bagian dari perang. Sepanjang berlangsungnya PD I, poster sebagai bagian dari pers memegang peranan penting. 

Poster menjadi media massa yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari Kerajaan Serbia,digunakan oleh pihak  penguasa untuk berkomunikasi dengan rakyat. Jadi tidak hanya orang Serbia, tapi penguasa Austria-Hongaria, Jerman dan Bulgaria menggunakan poster untuk menyampaikan atau mengumumkan hal-hal penting. Karena kekuatan propaganda nasional, poster telah menjadi instrumen politik penguasa yang sangat berpengaruh. Ketika ada pembacaan pengumuman, perintah, proklamasi resmi ke publik, biasanya akan diiringi oleh tabuhan genderang drum. Di museum, kita bisa cobain  orchestra pengiring yang dipasang di dinding. Tinggal pencet lalu terdengar suara drum dan musik sehingga menghadirkan suasana perang.


Poster sering digunakan untuk menyampaikan pesan adanya sensus pendataan yang berkaitaan dengan isu ekonomi, kesehatan atau untuk menegaskan adanya masalah sosial-politik lainnya. Salah satu contoh poster yang membawa pesan politik sangat penting adalah poster pengumuman dimulainya the great war. Kaisar Francis Joseph memproklamirkan perang terhadap Serbia. Poster-poster itu ditulis dalam huruf berwarna hitam dengan ukuran berbeda, ada tanda tangan di bawahnya, kemudian dicetak block tanpa ada elemen visual, jadi cuman tulisan aja. Poster dari penguasa Austria-Hongaria kebanyakan dalam berbagai bahasa yakni Jerman, Serbian, Croatian, Latin dan Cyrillic dan dicetak dalam aneka warna.

Ini contoh beberapa poster propaganda yang ada di museum:







Di Eastern Front, poster-poster yang ditempelkan mengambarkan krisis politik yang melanda di Rusia ketika itu. Kejatuhan rezim Tsar Nicholas II dan terjadinya Revolusi Bolsheviks yang dipimpin oleh Lenin, telah memaksa Russia menyerah kepada Central Power dan keluar dari perang. Akibatnya Russia harus rela kehilangan banyak teritorinya sepanjang antara Baltik dan laut hitam.





@denikalogi
#dosenterbangSERBIA DAN PERANG DUNIA I

08 December 2019

PEMBUNUHAN PANGERAN FRANZ FERDINAND & PUTERI SOPHIE DI SARAJEVO


Dulu, Bosnia & Herzegovina (BH) merupakan bagian dari Kerajaan Austro-Hungarian. Resimen BH adalah salah satu dari 4 pasukan elit kerajaan yang direkrut dari distrik militer Sarajevo. Tanggal 28 Juni 1914,  Franz Ferdinand dan istri datang ke Sarajevo naik kereta melakukan inspeksi pasukan lalu menuju ke city hal.

Replika The 1911 Gräf & Stift 28/32 PS Double Phaeton 

Rombongan mereka sudah dihadang oleh 6 orang pemuda ( 5 Serbs dan 1 Bosniak) yang dipimpin oleh Danilo Ilić seorang Bosnian Serb anggota kelompok rahasia Black Hand  (Црна рука / Crna ruka). Tujuan politik aksi ini untuk melepaskan Provinsi South Slavs agar bisa bergabung dengan Yugoslavia. Iringan mobil Franz Ferdinand dilempar bom pertama oleh Mehmedbašić, tapi gagal. Begitu pula Vaso Čubrilović yang dipersenjatai dengan pistol dan bom gagal membunuh Franz Ferdinand. Ilić juga sudah menyiapkan bom yang dibawa Nedeljko Čabrinović di seberang sungai Miljacka. Bom yang dilempar Čabrinović meledak kena mobil sampai atap mobil terlempar ke jalan. Namun bom ini tidak berhasil membunuh  Franz Ferdinand, hanya menimbulkan lubang di jalan dan melukai orang di sekitarnya. Čabrinović berusaha bunuh diri minum pil sianida dan melompat ke sungai. Ternyata sungainya ga dalem dan pil sianidanya cuman bikin muntah, jadi dia bukannya mati tapi malah babak belur dihajar.

Rute rombongan mobil dan lokasi pembunuhan

Anggota lain yaitu Cvjetko Popović, Gavrilo Princip, and Trifun Grabež mikir misi mereka gagal. Namun tiba-tiba mereka melihat rombongan mobil  Franz Ferdinand yang lagi ngebut mengarah ke town hall. Meski dengan baju yang berlepotan darah Franz Ferdinand tetap datang ke acara town hall dan marah  ke walikota Sarajevo atas  insiden bom yang menimpa dirinya. Setelah itu, dia dan putri Sophie ingin ke rumah sakit membezuk korban bom. Demi keamanan, rute diubah mengarah lurus rumah sakit melewati Appel Quay dan menghindari kerumunan di town hall. Namun sampai di Latin Bridge supir malah malah belok karena tidak diinformasikan pergantian rute ini. Gubernur Potiorek yang semobil dengan pasangan kerajaan ini meminta supir berhenti karena salah jalan. Rupanya mobil berhenti di dekat Princip berdiri. Princip yang tadinya mikir telah gagal dalam misi, langsung menembak pangeran Franz Ferdinand dan putri Sophie. 

Gavrilo Princip - Penembak
Pistol FN Model 1910 

Sebelum meninggal, ada adegan mengharukan. Pangeran Franz Ferdinand sempat berkata ke Putri Sophie yang sudah tidak sadar dan lunglai di kakinya, "Sophie, Sophie! Don't die! Live for our children!". Pangeran Franz Ferdinand dikabarkan meninggal 10 menit setelah kematian istrinya, sungguh kisah cinta sehidup semati bener ini.👫💖

Royal Couple
Lalu bagaimana nasib Princip sang penembak? Rupanya dia berusaha menembak dirinya tapi berhasil segera ditangkap. Lokasi penembakan ini kemudian dijadikan sebagai Museum Sarajevo. Di museum tersimpan pistol benda-benda yang berhubungan dengan peristiwa penembakan. Termasuk ada patung Pangeran Franz Ferdinand dan Putri Sophie dalam ukuran nyata. Di depan museum ada replika mobil yang digunakan ketika itu. Di seberang museum ada memorial Latin Brigde yang kini diganti nama menjadi Principov Most (Jembatan Princip).


Principov Most 
Austria memberikan ultimatum kepada Serbia yang dianggap bertanggung jawab atas insiden pembunuhan Franz Ferdinand. Sebulan setelah insiden ini, meletuslah Perang Dunia I. Perang yang telah mengubah peta politik di Eropa bahkan dunia.

@Denikalogi
#dosenterbang

18 September 2018

KEMBALI KE ABAD PERTENGAHAN DI OLD TOWN TALLIN, ESTONIA

Kapal M/s Finlandia Eckerö Line akhirnya berlabuh di Terminal A, Tallin. Andai penginapan di area Old Town, bisa geret koper langsung ke hotel. Namun karena kesalahan booking, terpaksalah naik bis menuju hotel yang deket dengan airport. Hasil pencarian di dunia maya yang semuanya ada, cara terbaik (baca: termurah) adalah beli kartu untuk transportasi umum disana infonya disini . Kartu seharga 8 itu valid untuk 5 hari. Sebetulnya ada Tallin Card yang juga khusus turis, selain bebas naik transportasi umum juga bisa free entrance ke beberapa museum. Namun jelas dari harga lebih mahal. Kartu ini bebas untuk semua transportasi dalam kota, pernah sekali salah naik bis AKAP harus bayar lagi..untung cuman 70c karena 2 stop aja. *itungannya ruwet kalo urusan Euro, setiap sen berarti
6€ (5hari) + 2€ deposit = 8
Singkat cerita, sampailah di hotel. Murah siih untuk ukuran berbintang 4, namun rasanya terlalu mewah untuk kartu ATM saya yang isinya setipis tempe. Tiba di hotel sudah hampir jam 7 malam, manakala kehidupan di sana berakhir jam 9pm. Akhirnya hari pertama di Tallin hanya dihabiskan menyusuri mall yang cilakanya ada di samping hotel. Godaan untuk menggesek kartu jelas ada, untung tertahankan dengan batas kiloan bagasi. Jadi hari pertama ngemol hanya keluar duit untuk makan Tomyam yang alhamdulillahnya cukup 6€ saja.

Semur apa Tomyam iki?

Sayang sekali hotel mewah itu tidak dilengkapi pemanas air. Manakala kalau bikin kopi pake air keran, panasnya kurang mateng..yowes pasrah ngeteh ajalah. Untungnya lagi gembel di perut pengertian, ga nuntut breakfast manja di hotel yang harganya 17€. Memang dibandingkan Finlandia, harga makan di Tallin ya lebih beliable..namun tetep aja kalau dikonversi ke rupiah langsung keinget harga Siomay Bang Yono depan kampus.

Dengan berbekal Tallin Smartcard, jam 10an pagi udah nongkrong di halte depan hotel nyegat bis no 2 ke arah Old Town. Sudah ngecek di google map dimana harus berhenti. Mungkin saking senangnya menginjak negara Baltic, eeh lha kok bablas,..tiba-tiba sudah sampai di terminal ferry kemarin lagi. Supirnya sampai harus nyamperin nyuruh turun. Rada misuh-misuh juga batin ini karena terpaksa harus jalan balik ke Old Town, mana mulai hujan deres. Tapi dasar hujan Eropa, dia ga lama tercurahnya.  Sampai di gerbang Old Town hujan mulai merintik dan mereda, maka acara jalan kaki keliling pun menyenangkan.

Ada banyak point of interest di sini, tetapi rasanya setiap pengkolan layak untuk foto. Berbagai sumber menyebutkan Old Town Tallin ini termasuk kota terbaik di Eropa Utara yang mempertahankan kecantikan gaya kota di Abad Pertengahan. Jalanan dari batu yang tertata dan berliku, arsitektur bangunan yang nampak kokoh dan menara-menara Gothic dimana-mana, berhasil membawa kita seolah-olah memang berada di negeri dongeng. Mungkin ga akan kaget kalau tiba-tiba ketemu Shrek dan rombongannya #khayalan

Cobalah lihat poto-poto ini:

St. Nicholas' Church
Add caption

Paks Margareeta, Estonia maritime museum



Reichmanni maja


Bekas markas KGB, ada penjara bawah tanahnya

cafe-cafe sepanjang Town hall square

Town hall square

Abang becak 
Hinke Tower

Munkade-Tagune tower

moto gedung ini sampai nungging tp gedungnya malah jd miring haha

Setelah kaki mulai gemeter, akhirnya mampir McD yang harganya pasti-pasti aja. Sempet ngelirik makan mewah di restoran sepanjang jalan, agak terjangkau sih..namun kan hidup masih panjang harus dijalani. Hidup realistis ajalah, makan “sampah” 6-7€ sambil numpang ngecas.

Tongkrongan irit, free wifi

Menjelang balik hotel, nemu pasar tradisional. Tergoda lihat harga buah-buahan yang terjangkau, bahkan dibanding Jakarta lebih murah. Terbelilah sekantong apel hanya 1.20€ lumayan bisa buat sarapan sehat (baca: irit).
 
Sarapan buah segar
Kesimpulannya, daripada bayar mahal untuk ngegym,..mending piknik deh plus makan sehat gini. Insyaallah sehat lahir dan batin serta hidup tidak julid..yee kaaan

salam piknik 
@denikalogi



i

16 September 2018

NAIK KAPAL FERRY M/s Finlandia Eckerö Line DARI HELSINKI KE TALLIN


Selesai konferen di Tampere, Finlandia segera naik bis ke Helsinki untuk memulai petualangan keliling negara-negara Baltik. Berkat banyak dukungan dan doa dari Tanah Air, perjalanan ke Baltik ini berhasil nemu tiket murah kapal M/s Finlandia Eckerö Line, Helsinki-Tallin hanya 10EuroBookingnya disini https://www.eckeroline.com Ada beberapa pilihan ferry untuk menyeberang, rata-rata tiket 25-30Euro. 

M/s Finlandia Eckerö Line berangkat dari West Harbour Terminal T2, Helsinki. Senang, bangga dan puas banget bisa nemu bis dari Tampere-Helsinki yang langsung turun di T2. Kebayang bakalan rempong kalau salah bis, karena harus nyeret koper pindah bis/tram dari terminal bis Helsinki ke T2. *nyembah internet 

West Harbour T2 Helsinki

Sampai T2, suasana masi sepi jadi bebas mempelajari situasi biar ga keliatan norak mau naik kapal. Ternyata semua mudah saja, seperti kebanyakan di negara maju, kita urusannya sama mesin aja..tinggal masukin kode booking ke mesin, maka tercetaklah boarding pass. Tinggal nunggu panggilan boarding aja deh..persis kayak di airport gitu.

Terminal masi sepi..

Cetak boarding pass
Hanya beberapa penumpang

Menuju waiting room

Waiting room nan syahdu
Baru kali ini travelling naik kapal ferry/cruise, dan ternyata menyenangkan. Berasa jadi Rose meski tanpa si Jack di Titanic #khayalan Enaknya pergi bukan di hari libur atau weekend, bebas milih tempat duduk mana aja. Langsung milih di pinggir jendela biar bisa memandangi laut, sambil mendengarkan live music di deck bawah. Lha kok kebetulan lagu yang diputer hits banget (pada eranya) macam Cindy Lauper gitulah haha #jadul 

Perjalanan 2,5 jam terasa cepat saja. Secangkir kopi yang hanya 2E diseruputnya lama ga habis-habis..yah biar ga malu cuman duduk di pinggir jendela jagain koper doank. Sebetulnya di bawah ada loker untuk nyimpen koper, namun kok sayang aja ngeluarin 6E. Untung aja harus jagain koper, kalau keluyuran keliling kapal bisa bahaya. Ada kasino dan toko-toko tempat belanja di kapal, sungguh menggoda *syaitonirjoiim

Ini foto-foto selama di kapal M/s Finlandia Eckerö Line

Kapal aja berlabuh, kok hatimu tidak siii...#eeaa

Apakah kamu sekuat sandaran kapal ini? #eeaa lagi

Hidup ya begini ajalah.. 
Anak band *pada eranya,  lagu menyesuaikan juga 
Untuk yang perlu hiburan
pait-pait-pait
ingat kiloan--
Loker di lantai 6


Salam piknik
denikalogi


12 April 2018

DUA MALAM DI MALAYSIA

Sepanjang melepas akhir pekan di Malaysia kemarin itu banyak merenung. Sambil garuk-garuk karena alergi yg ga kenal batas imigrasi, hati ini semakin mengucap syukur. Selain keluarga, kawan bagi saya juga harta yg sangat berharga. Heran saja, kok banyak orang melepas harta ini. Lihatlah, ketika lagi sakit, berduka atau kena musibah lain, siapakah yang datang memberi penghiburan? Apa ratusan ribuan orang yg ada di list follower kita?..tidak bukan?? 

Tulisan ini sekedar share beberapa kawan yang masih sering saya jumpai ketika berkunjung ke Malaysia;
.
Kawan satu ini, secara SARA jelas berbeda, tetapi dia yg selalu ada di kala saya berurai airmata. Meski sebetulnya lebih banyak dia yg berurai mata siih..karena kawan satu ini kalau dengar humor receh sudah nangis..baru prolog “gua ada cerita lucu!” - - dia langsung heboh “apaaa..apaaa...apaaa???” Sambil berurai airmata, padahal kita belum lagi cerita hadeeeh..
.
Genk nangis receh sebetulnya ga cuman dia, masih ada satu lagi yang nangis juga kalau denger kisah receh. Sudahlah dijemput pake mobil BMW, ditraktir makan, masih pulak dibeliin sepatu..namun sayang sudah lama ga ngasi dollar ke anak yatim ini hihihi..sebagai gantinya, saya hanya perlu menceritakan kisah-kisah mutu rendah namun sudah mampu membuat dia berurai airmata dan bahagia..sungguh receh kan ;p
.

Sebetulnya ada lagi satu kawan yang statusnya masih kuliah di Malaysia, tapi susah nak jumpa. Urusan ngegas dialah jagonya..saya yang terkenal galak, ga ada apa-apanya *ngeri kan? Dulu dia sering masuk ke kamar saya, tiba-tiba nangis atau marah..merepet mulut dia meluahkan marahnya, dan kita sering tidak kenal siapa Subyek cerita dia,..ketika masih loading mengira-ngira siapa orang yang membuat dia marah atau nangis, nanti dia akan keluar kamar sendiri sambil melambai kesal "aaah sudahlah.." meninggalkan kami yang masih ga faham! dan..jangan sekali-kali curhat ama dia kalau kita lagi marah, karena dia akan lebih murka daripada kita!!!
.
Ada pula kawan yang termasuk baru masuk dalam jejaring saya (dibanding yg lain). Dia adalah lelaki seagama dan sesuku dengan saya. Namun alasan kita menjadi akrab selain seSARA, kita mengejar jenis kelamin yang sama...Untung selera beda, dia lebih suka yang oriental dan saya lebih yang eksotik, jadi ga bertikai gegara rebutan laki :D

Traktiran seumur hidup
Di balik postingan bahagia  pasti adalah cerita haru duka. Niat utama ke Malaysia kemarin untuk takziah. Seorang kawan (atau lebih tepatnya lawan) debat saya di Malaysia telah berpulang. Setiap kali diskusi kami seringnya berseberangan. Namun habis debat panas saya ditraktir makan dan nonton film. Makin panas perdebatan makin panjang traktirannya..pokoknya sampai saya mabok Te O Limo Suam (lemon tea) :D Tentu ada rasa kehilangan, tapi saya memilih mengenang segala kebaikannya. Kebaikan abang satu ini pernah mengantarkan kakak saya yang pelukis menjadi pembicara di sebuah kampus seni, dan beritanya ada di koran nasional Malaysia. Sungguh bikin iri, saya yang sudah hampir lima tahun (saat itu) di Malaysia tidak pernah diberitakan, eeh..ini yang yang kurang sebulan sudah nampang di koran Malaysia. Terima kasih dan selamat jalan bang Amin ..

"Karena Kematian adalah sebuah Kepastian.."

Penutup tulisan ini sebagai pesan moral, banyaklah berkawan...rawatlah pertemanan itu, jangan saling menghujat hanya karena perdebatan..tidak perlu menyamakan perbedaan. Jika kurang setuju, cepatlah melaju..karena mereka (kawan) harta berharga! 


Salam beda.
D

*mohon maaf, tidak semua kawan baik dituliskan kisahnya karena bisa kepanjangan dan menjadi cerita FIKSI nanti :P